Dewan Sebut Aktifitas Tambang Ilegal di Bone Tidak Bisa Ditolerir

5/31/2019 | 21:14 WIB

Bagikan:
Anggota DPRD Bone, H Kaharuddin Aktifitas tambang ilegal di Kabupaten Bone tidak bisa ditolerir.

INSTINGJURNALIS.Com--Anggota Komisi III DRPD Kabupaten Bone, H Kaharuddin menyebutkan aktifitas tambang Ilegal yang beroprasi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bone tidak bisa ditolerir.

"Itu pelanggaran dan tidak bisa ditolerir," kata Kaharuddin, Kamis (30/05/2019).

Selain itu, menurut H Kaharuddin akibat aktifitas tambang ilegal yang beroprasi di Desa Nagauleng, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone menyebabkan kerusakan jembatan akibat truk yang berlalu-lalang yang melebihi batas kapasitas maksimal.

"Truk tidak boleh melewati jembatan tersebut, karena batas maksimal tonase hanya 5 ton dan sudah ada marka di ujung jembatan dan itu pelanggaran lalu lintas, dan harusnya aparat menindak itu, karena UU 22 tentang lalu lintas dan angkutan harus di tindak keras," lanjutnya

Sementara itu, terkait aktifitas tambang ilegal yang terus beroprasi tanpa ada tindakan tegas dari pihak Kepolisian, H Kaharuddin mengatakan telah berulang kali disampaikan.

"Sudah berapa kali kami sampaikan terkait aktifitas tambang ilegal tersebut," tambahnya.

Sebelumnya, akibat tambang ilegal yang beropasi di Desa Nagauleng, Kecamatan Cenrana, menyebabkan kondisi jembatan beralas kayu yang ada di Desa Watu, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, jebol.

Menurut warga sekitar, Ridwan 42 tahun, kerusakan yang terjadi di jembatan tua itu karena jalur tersebut selalu dilalui belasan truk bermuatan pasir bertonase berlebihan.

Kondisi jalan bergelombang dan alas jembatan kayu yang mulai jebol nampak di sepanjang jalur tersebut. Hal itu terjadi karena ratusan truk bermuatan tambang pasir galian C melintas setiap hari.

Kondisi ini mengancam jembatan yang kondisinya mulai lapuk termakan usia itu, padahal jembatan itu menjadi akses utama masuk ke wilayah Cenrana.

"Bagaimana tidak rusak setiap hari dilalui truk pengangkut pasir, padahal jembatan ini sudah tidak layak dilalui truk bertonase besar," ungkap Ridwan, Kamis (30/05/2019)

(Muhammad Ram)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI