Melongok Praktek Pungli Samsat Bone

18 June 2019 | 17:18 WIB

Bagikan:
Praktek pencaloan di Samsat Kabupaten Bone ditengarai masih marak terjadi.


INSTINGJURNALIS.Com--Praktik percaloan dan pungutan liar (Pungli) ternyata masih belum benar-benar hilang dari tubuh Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Bone.

Dengan menawarkan jasa pengurusan lebih cepat, oknum calo beraksi. Kebanyakan berada di dalam Kantor Samsat Kabupaten Bone.

Penelusuran juga dilakukan awak media dikantor Samsat Kabupaten Bone, Selasa (10/06/2019) terdapat sejumlah pria bebas keluar masuk Kantor Samsat. Mereka terkesan mengurus berkas lebih cepat, seperti memiliki jalur "tersendiri" dan tidak serupa dengan wajib pajak yang ikut dalam antrean.

Praktik percaloan yang masih terjadi di Samsat ini juga disaksikan oleh Wahyu (26), Selasa (18/06/2019), Pria yang hendak mengurus perpanjangan STNK tahunan itu kecewa karena melihat calo bisa dengan mudah mengurus berkas dan mengambilnya dengan cepat.

"Padahal, saya dan warga lainnya mesti antre. Praktik ini justru merugikan karena menyebabkan mereka yang melalui prosedur mengantre justru selesai belakangan atau lebih lama," kata Wahyu.

Yang mengurus lewat loket dengan persyaratan yang cukup banyak dan ribet, ternyata lebih lambat selesainya dibanding rekannya yang juga mengurus perpanjangan pajak motornya, yang lewat oknum Samsat.

“Sepertinya lewat loket resmi ini, sengaja dibuat ribet supaya orang yang bukan atas nama di STNK nya, lewat jalur calo. Karena harus bikin surat kuasa dan lain-lain. Tapi, aneh yah. Kok lewat oknum-oknum itu, hanya bermodal STNK asli sudah bisa dan selesainya lebih cepat. Apa karena adanya pembayaran lebih,” ujar warga asal Kecamatan Cenrana tersebut.

Senada disampaikan Wahyu, yang dirinya mengaku dimintai untuk diuruskan STNK, mengatakan. "Orang itu minta Rp450 ribu, padahal di STNK saya tidak sampai Rp295 ribu ditambah dendanya hanya Rp 35 ribu, jadi harusnya yang saya bayar Rp 330 ribu,” paparnya seraya menegaskan, seharusnya praktik-praktik seperti ini tidak terjadi lagi, apalagi ini sebagai bentuk kesadaran untuk membayar pajaknya.

Sementara Kanit Regident Satlantas Polres Bone, Ipda Adi Wijaya saat dikonfirmasi enggang berkomentar. Ia tidak memberi tanggapan saol aktifitas pungli yang dilakukan oknum samsat tersebut.


(Muhammad Ram)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI