Akibat Kekeringan, Puluhan Hektar Sawah di Bone Terancam Gagal Panen

07 August 2019 | 18:37 WIB

Bagikan:
Kondisi padi warga Desa Pacubbe, Kecamatan Cenrana terlihat kering akibat musim kemarau berkepanjangan.


INSTINGJURNALIS.Com--Meski sejumlah wilayah di Kabupaten Bone telah panen, tapi tidak sedikit petani terancam gagal panen.

Kekeringan akibat minimnya curah hujan, mulai dirasakan oleh para petani di Desa Pacubbe, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone sejak beberapa bulan terakhir.

"Mulai kering itu, saat sudah jarang ada hujan, kira kira sejak bulan Mei lalu,” ungkap Iwan salah seorang petani, Rabu (07/08/2019).

Lahan sawah yang hanya mengandalkan tadah hujan dan program pemerintah (Embung), keadaannya mulai berubah akibat tidak teraliri air dalam sebulan terakhir, padahal umur padi baru mencapai satu hingga dua bulan, padahal umur normal untuk panen 100 hari atau 3 bulan 10 hari.

"Setiap musim kemarau pasti terjadi penyusutan volume udara di embung. Embung tidak bisa mencakup semua wilayah Desa Pacubbe. Embung di sini berfungsi, cuman di area sekitarnya saja," lanjut Iwan.

Loading...
Padahal musim kemarau tambah, Iwan. "Diperkirakan masih akan terjadi hingga Oktober nanti. Jika dalam waktu dekat hujan tidak turun. Maka dipastikan petani akan mengalami kerugian puluhan juta rupiah karena mereka dipastikan gagal panen, kami hanya berharap bantuan pemerintah untuk meminimalisir kerugian," tambah Iwan.

Kekeringan bukan hanya dirasakan di Kecamatan Cenrana, tapi juga di sejumlah desa di Kecamatan Lappa Riaja. Hal itu disampaikan Aras, ia mengatakan kekeringan juga dirasakan petani di berbagai kecamatan.

"Bukan hanya di Desa Pacubbe, tapi juga di beberapa kecamatan, termasuk Lapri," kata Aras.

(Muhammad Ram)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI