Berkunjung ke Bone, JK Diminta Kunjungi Pembangunan Masjid Raya yang Mangkrak

10/06/2019 | 02:23 WIB

Bagikan:
Jusuf Kalla diminta masyarakat Bukaka untuk melihat kondisi Masjid Raya Bone yang tidak dilanjutkan pembangunannya.

INSTINGJURNALIS.Com--Warga Kabupaten Bone khususnya asal Kelurahan Bukaka, meminta Jusuf Kalla untuk mengunjungi dan melihat kondisi bangunan Masjid Raya. Pasalnya, hingga saat ini pembangunan masjid tersebut tidak berjalan alias mangkrak.

Pembangunan mesjid raya itu dimulai sekitar pertengahan tahun 2017 lalu, dengan bantuan dana hibah dari Pemkab sebesar 2 miliar, dan akan mendapatkan bantuan dari orang dua di Indonesia itu sebesar 10 miliar.

Namun, hingga saat ini pembangunan itu tidak dilanjutkan, bahkan diduga ada perbuatan sepihak dari pihak pengelola. Dan tentunya hal ini sangat merugikan masyarakat Bukaka.

Seperti disampaikan salah satu jamaah Masjid Raya Bone, Saleh mengaku sangat menyayangkan mangkraknya pembangunan itu, kata dia, hal ini sangat merugikan masyarakat yang menggunakan mesjid ini.

"Kami sangat menyayangkan hal ini, setelah dibongkar namun dibiarkan tak terurus, padahal masyarakat membutuhkan," kata Saleh, Sabtu (04/10/2019).

Padahal menurutnya, pihak pengelola yayasan dalam hal ini Sekda Bone, Andi Surya Dharma telah berjanji akan melanjutkan pembangunan mesjid itu bulan Juli lalu.

"Kami sering dijanji untuk dilanjutkan pembangunannya, bahkan katanya setelah bulan puasa kemarin, pembangunan akan dimulai," lanjutnya.

Olehnya, dengan kunjungan bapak Jusuf Kalla. "Mohon kiranya berkunjung ke mesjid itu untuk melihat kondisinya, agar pembangunan mesjid ini segara dilanjutkan," harap Saleh.

Informasi, renovasi mesjid yang dibangun tahun 1944 itu, diharapkan menambah kapasitas jamaah dari yang sebelumnya hanya bisa menampung 500 orang pasca renovasi bisa menjadi 1.500 orang.

Belakangan, baru diketahui pembangun mesjid itu dinilai bermasalah karena adanya perbuatan sepihak dari pengelola, bahkan Ketua Yayasan Masjid Raya, Andi Surya Dharma mengakui telah diperiksa oleh Kejati Sul-sel terkait anggaran 2 miliar itu. Dari pengakuannya, ia telah mengembalikan dana itu, dan kembali dianggarkan melalui Dinas Tarkim Bone.

(Muhammad Ram)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI