Kisah Pengungsi Wamena Asal Sinjai, Sudah 2 Kali Alami Insiden Akibat Kerusuhan

10/07/2019 | 21:38 WIB

Bagikan:
Kisah Pengungsi Wamena Asal Sinjai, Sudah 2 Kali Alami Insiden  Akibat Kerusuhan
Marwati Sanusi saat berbincang dengan Kapolres Sinjai di Rujab Bupati 

INSTINGJURNALIS.com - Delapan warga Sinjai yang menjadi pengungsi Wamena akhirnya tiba di kampung halamannya, di Bumi Panrita Kitta, Senin (7/10/2019) petang.

Mereka terdiri dari dua orang tua dan enam anak-anak yang berasal dari dua kepala keluarga. Marwati Sanusi (37), salah seorang pengungsi mengungkapkan masih mengalami trauma atas insiden di Wamena.

"Saya juga trauma, karena sudah dua kali mengalami insiden yang sama. Pertama Mawena berdarah pada Tahun 2000," ujarnya saat ditemui di Rujab Bupati Sinjai.

Istri dari Suryanto Tamba itu menceritakan, dirinya bersama dua anaknya dan keluarganya keluar dari Mawena menggunakan jalur komersial.

"Saya naik komersil, karena anak-anak sudah trauma, jadi kita mengambil langkah bagaimana bisa cepat sampai," ujarnya dengan nada pelan.

Marwati yang berstatus PNS menambahkan bahwa kerusuhan terjadi itu dipinggir kota. Tak jauh dari tempat tinggalnya di Jl Gang Nirwana.

Dirinya yang sudah belasan tahun mengabdi di Mawena sebagai tenaga pendidik disalah satu SD merencenakan akan kembali ke Mawena.

"Rencana mau kembali ke Mawena, namun akan memulihkan trauma anak-anaknya dulu. Karena mereka masih trauma. Kemarin itu di Jayapura teriak-teriak mereka hanya dengar pagar di gesek-gesek," katanya.

Karena itu dia berharap kondisi Mawena pasca kerusuhan bisa kembali normal. "Harapannya semoga kembali kondusif seperti semula," pinta dia sambil memeluk buah hatinya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Sinjai Andi Jefrianto Asapa yang datang langsung menjemput pengungsi tersebut mengatakan bahwa, saat ini data yang dihimpun dari Kerukunan Sinjai Bone di Mawena ada sementara 20 Kepala Keluarga (KK) asal Sinjai.

"Ini data sementara ya, dan sementara kita akan tunggu perkembangannya, karena kemungkinan besar masih ada tambahan

Kedepan berdasarkan arahan Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa lanjut Jefrianto pihaknya diperintahkan untuk tetap melakukan koordinasi terkait jika masih ada warga Sinjai yang berkeinginan kembali.

"Yang pasti bahwa Pemkab Sinjai siap menfasilitasi," ujarnya.

Dibawah koordinasi Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dengan melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Sosial (Dinsos) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sinjai para pengungsi ini di jamu di Rujab Bupati. Usai makan malam, para pengungsi kemudian diperiksa kesehatannya oleh tim medis. (*)

Editor : Ardy
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI