Kisah Warga Sinjai yang Keluar dari Wamena, Kondisi Mencekam Tiba-tiba Massa Datang dan Melempar Sekolah

10/08/2019 | 20:38 WIB

Bagikan:
Kisah Warga Sinjai yang Keluar dari Wamena, Kondisi Mencekam Tiba-tiba Massa Datang dan Melempar Sekolah
Marwati Sanusi saat di Rujab Bupati Sinjai, Senin (7/10/2019) kemarin

INSTINGJURNALIS.com - Kondisi mencekam saat kerusuhan pecah di Wamena pada 23 September 2019 lalu, meninggalkan kisah dari sejumlah warga yang saat itu berada disekitar lokasi kejadian.

Marwati Sanusi (37) salah satu dari ribuan pengungsi Mawena yang merupakan warga Kabupaten Sinjai, bercerita, saat itu dirinya sedang berada di sekolah, namun tiba-tiba massa datang dan melempar.

"Kebetulan saat itu saya sedang mengadakan Ujian Tengah Semester (UTS) hari pertama, tetapi setelah kami membagi soal tiba-tiba massa datang dan melempar ke sekolah dan juga mendobrak pitu pagar kami sambil berteriak," Marwati mengisahkan.

Ibu dari dua anak ini, menambahkan ditengah mencekamnya situasi, dia berusaha menyelamatkan diri.

"Waktu itu kami berusaha menyelamatkan diri, tidak lama kemudian aparat datang dan bisa keluar dari sekolah dan kembali kerumah masing-masing," ujarnya saat ditemui di BTN Lappa Mas I disela-sela penyaluran bantuan dari Pemkab Sinjai, Selasa (8/10/2019).

Selain dirinya, Marwati yang sudah belasan tahun mengabdi sebagai ASN di Wamena, para guru yang ada di sekolah itu juga berhasil menyelamatkan diri.

"Pada saat itu juga sebagian guru mengungsi ke kodim karena rumah mereka termasuk yang di bakar oleh massa," katanya.

Tiba di Sinjai dengan selamat bersama keluarga :

[CUT]

Terkait pemulangannya hingga selamat sampai di Kabupaten Sinjai, Marwati, berujar, pasca kerusuhan terjadi tepanya hari Selasa pengungsi membludak.

"Pasca kerusuhan itu Hari Selasa banyak sekali pengungsi, kami pendatang mengungsi mungkin ada sekitar 7 ribuan orang," kata dia.

Lantaran membludaknya pengungsi, Marwati bersama anak dan keluarga lainnya, harus antri. Salah satunya harapan adalah pesawat Hercules.

"Jadi kami antri di hercules, antri sampai tanggal 2 baru bisa keluar dari Mawena, selanjutnya baru kami bisa diangkut ke Jayapura disitu kami di tampung di posko Hijrah Community," ujarnya.

Lantaran anak-anaknya sudah trauma, Marwati memutuskan untuk membeli tiket komersil, hingga akhirnya dia dijemput oleh Pemkab Sinjai di Bandara Sultan Hasanuddin pada Senin (7/10/2019) kemarin.

Dia pun mengaku tak menyangka, pihak Pemkab Sinjai datang dan menjemputnya di bandara. Padahal, Marwati sudah melakukan komunikasi dengan pemkab dan meminta agar dirinya bersama keluarga tidak usah dijemput.

"Kemarin itu waktu penjemputan sebenarnya kami tidak menyangka. Kami sangat berterima kasih sekali karena Pemkab Sinjai sangat memperhatikan pengungsi dari Wamena yang notabene warga Sinjai," ujarnya.

(Ardy)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI