PMII, DEMA IAIN Bone Bersama Polres Bone Gelar Shalat Gaib Untuk Mahasiswa Kendari

10/01/2019 | 23:33 WIB

Bagikan:
Sejumlah aktivis dan Personel Polres Bone menggelar shalat gaib di masjid Qadrul Islam, Selasa (01/10/2019) untuk dua mahasiswa di Kendari.


INSTINGJURNALIS.Com--Aktivis yang tergabung dalam Organisas Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bone bersama Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Bone dan sejumlah personel Kepolisian Resor Bone menggelar shalat gaib dan doa bersama di Mesjid Qadrul Islam, Mapolres Bone, Selasa (01/10/2019).

Kegiatan shalat gaib dan doa bersama sebagai bentuk keprihatinan dan rasa solidaritas atas meninggalnya dua mahasiswa yakni Randi dan Yusuf yang berunjuk rasa menolak RUU KUHP dan revisi UU KPK di Gedung DPRD Sulawesi Tenggara pada Kamis (26/09/2019) lalu.

"Kami datang ke Polres Bone untuk menyampaikan aspirasi terkait dengan tindakan represif aparat kepolisian terhadap kawan kami di Sulawesi Tenggara," kata Ketua Cabang PMII Bone, Sudri S.Sos.

Menurutnya, tuntutan PMII yakni meminta pelaku segara diproses yang mengakibatkan dua mahasiswa meninggal dunia saat bentrok dengan aparat kepolisian.

"Kami mendesak Kapolri mengusut tuntas pelaku penembakan terhadap Randy dan mengutuk keras tindakan represif aparat kepolisian," tuturnya.

Kapolres Bone menandatangi MOU terkait aspirasi mahasiswa untuk di sampaikan ke Kapolri.
Setelah menyampaikan aspirasinya, aktivis PMII bersama Kapolres Bone, AKBP Kadarislam Kasim menggelar shalat gaib berjamaah dan doa bersama.

"Kami ingin melaksanakan shalat gaib untuk almarhum sebagai bentuk solidaritas dan menghargai perjuangannya yang tewas saat menyuarakan aspirasi masyarakat," ujarnya.

Sementara Kapolres Bone, AKBP Kadarislam Kasim, menyampaikan rasa bela sungkawa dan berduka cita atas meninggalnya Randy dan Yusuf di Kendari saat berunjuk rasa menolak RUU KUHP dan UU KPK.

"Kami bersama mahasiswa berdoa bersama untuk mendoakan almarhum. Semoga amal ibadah almarhum diterima Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," tuturnya


(Muhammad Ram)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI