Kadis PMD Sinjai Beberkan Aturan Mengenai Penyediaan Ruang Isolasi di Desa

6/10/2020 | 20:55 WIB

Bagikan:
Kadis PMD Sinjai Beberkan Aturan Mengenai Penyediaan Ruang Isolasi di Desa

INSTINGJURNALIS.com - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sinjai, Drs Yuhadi Samad menyebut, permintaan penyediaan ruang isolasi di desa secara umum disambut baik oleh sejumlah pemerintah desa.

Bahkan saat ini sejumlah desa tengah menyiapkan sarana itu, seperti halnya Desa Lappa Cenrana, Kecamatan Bulupoddo, Desa Gunung Perak dan Desa Turungan Baji Kecamatan Sinjai Barat.

"Untuk sementara baru desa itu yang sudah fix dan itu bervariasi, kemudian menyusul Desa lainnya, namun secara umum semua Desa siap," kata Yuhadi, Rabu (10/6/2020)

Untuk sarananya, Yuhadi menyebutkan jika ada Desa yang memanfaatkan gedung atau bangunan lama kantor Desanya, ruang lab sekolah, rumah kosong, Tribun olahraga hingga ruang data kantor desa.

"Jadi bentuk ruang isolasi itu sesuai standar Desa menyesuaikan dengan kondisi atau keadaan desa itu sendiri," tambahnya.

Ruang isolasi khusus ini diperuntukkan bagi warga yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Orang Tanpa Gejala (OTG) di setiap desa.

Lebih lajut Yuhadi menjelaskan bahwa, penggunaan dana desa dalam penyediaan sarana isolasi di desa mengacu pada Surat edaran dari Kementerian Desa PDTT Nomor 8 tahun 2020 tentang Desa Tanggap Corona dan Penegasan Padat Karya Tunai Desa (PKTD).

Serta mengacu pada instruksi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 3 tahun 2020 tentang penanggulangan coronavirus covid-19 di desa melalui anggaran pendapatan dan belanja Desa.

Kemudian ditindaklanjuti dengan surat edaran Gubernur Selatan Nomor: 44.3/2168/DPMD tentang pedoman pelaksanaan Desa tanggap virus corona dan padat karya tunai desa di provinsi Sulawesi Selatan.

Selanjutnya ditindaklanjuti surat edaran Bupati Sinjai Nomor: 188.34/14536/set tentang pedoman pelaksanaan Desa tanggap virus corona dan padat karya tunai desa di Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan.

"Penyediaan ruang isolasi ini merupakan kebijakan pusat yang kemudian ditindak lanjuti dengan edaran Gubernur dan Bupati Sinjai, Jadi bukan permintaan Pemkab Sinjai sepenuhnya," jelasnya.

[CUT]
Memang ungkapnya, prioritas penggunaan anggaran dana desa hanya tiga saat ini ditengah Pandemi Covid-19, pertama yaitu pembangunan infrastruktur secara swakelola dengan sistem Padat Karya Tunai Desa (PKTD) untuk memperkuat daya tahan ekonomi desa dan pendapatan masyarakat.

Kedua, pembentukan relawan Covid-19 desa yang bertujuan bagaimana memantau dan manjaga desa masing-masing agar penyebaran Covid-19 tidak meluas.

Dan ketiga pemberian bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat miskin atau masyarakat yang terdampak Covid-19.

"Ini yang perlu dipahami bahwa memang perintah pusat dan itu sudah diatur dengan kebijakan yang telah terbit diatas," tandasnya.(ads)

Editor : Satria
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI