Kisah Perjuangan Tim Medis di Ruang Isolasi Hotel Sinjai

6/10/2020 | 23:23 WIB

Bagikan:
Kisah Perjuangan Tim Medis di Ruang Isolasi Hotel Sinjai

INSTINGJURNALIS.com - Di balik hiruk pikuk penanganan wabah Corona (Covid-19), ada "pahlawan kemanusiaan" menjadi garda terdepan. Mereka mempertaruhkan keselamatan, sebab berinteraksi langsung dengan orang yang bertsatus Orang Tanpa Gejala (OTG) yang pernah kontak erat dengan pasien covid-19

Mereka adalah petugas medis yang menangani secara langsung di ruang isolasi Hotel Sinjai, Jalan Persatuan Raya, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai dengan risiko terpapar virus Corona.

Meski memiliki risiko tinggi, namun hal itu tidak menyurutkan semangat tenaga medis dalam merawat dan memberikan dukungan moril pada pasien, mereka tetap berjibaku di Gedung isolasi Hotel Sinjai yang disiapkan oleh Pemkab Sinjai. 

Salah seorang tenaga medis dr. Aliawati Albek di Hotel Sinjai bercerita bahwa suka yang dialami selama bertugas di Hotel Sinjai adalah pengalaman untuk mengnenal karakter dari peserta isolasi. 

Menurutnya, peserta isolasi yang memiliki tingkat pendidikan berbeda-beda, perlu kesabaran yang tinggi dalam memberikan edukasi terkait prosedur yang harus dilakukan selama menjalani masa karantina. 

"Ada yang kita edukasi begitu cepat dia memahaminya namun tidak sedikit diantara mereka juga yang belum memahami prosedur yang ada meski sudah berkali-kali diberikan edukasi. Tetapi Alhamdulillah ssmuanya berjalan lancar dan terkendali," ucap Aliawati, Rabu (10/6/2020)

Sementara duka yang dialami kata Kepala Puskesmas Balangnipa ini adalah terkadang adanya permintaan dari peserta isolasi yang sulit untuk dikabulkan namun bsrkat pemakaham danbedukasi yang diberikan semuanya bisa diatasi. 

Berbeda halnya dengan dr. Syamsul Bahri Akhas yang juga ditugaskan sebagai tenaga medis sejak adanya warga yang dikarantina di Hotel Sinjai. 

[CUT]

Ia menceritakan bahwa sebagai manusia biasa pastinya ada rasa takut yang muncul dibenaknya ketika berhadapan dengan peserta isolasi, bahkan akhir-akhir ini merasa lelah. Namun ia sadar bahwa hidup ini tidak ada yang abadi sehingga ia termotivasi untuk memberi manfaat bagi orang lain.

"Menjadi hal lumrah kalau kami selalu khawatir jika pulang ke rumah karena kami punya risiko terinfeksi. Namun, dengan mematuhi protokol kesehatan dan protokol saat pulang ke rumah, Inyaa Allah keluarga terlindungi," ujarnya dengan nada optimis. 

Lanjut dikatakan, banyak hal yang membuatnya tetap semangat dalam menjalankan tugas kemanusiaan tersebut utamanya ketika melihat peserta senang menyelesaikan masa karantina. 

"Melihat saudara-saudara kita tersenyum bahagia saat menyelesaikan masa karantina, sesuatu yang tidak bisa dinilai dengan apapun," ungkap dr. Syamsul Bahri Akhas yang juga selaku Kepala Puskesmas Panaikang. 

Namun disisi lain Ia merasa berat saat melihat ada diantara mereka dinyatakan positif corona setelah hasil swab diumumkan, hal ini terlihat jelas beban mental dan psikologisnya.

"Selama berinteraksi dengan peserta isolasi, satu hal yang selalu saya dengar dari saudara-saudara kita yang sedang di karantina adalah mereka tidak takut dan khawatir dengan penyakit ini. Tapi mereka lebih khawatir dikucilkan oleh masyarakat," tuturnya. 

Karena itu dia berharap kepada masyarakat Sinjai dukungan dan doa bagi semua yang sedang berjuang melawan Covid, baik itu pasien maupun tenaga medis serta menghilangkan stigma negatif sebab mereka semua butuh dukungan kita semua.

Saat ini jumlah pasien berstatus OTG atau yang pernah kontak erat dengan pasien positif corona yang menjalani isolasi di Hotel Sinjai sebanyak  34 orang, mereka berasal dari Kecamatan Sinjai Barat 15 orang, Sinjai Tengah 10 orang,  Sinjai Timur 5 orang dan tenaga medis 4 orang. (*)

Editor : Satria
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI