Polemik BPNT di Bone, Suplier Dievaluasi

6/30/2020 | 18:26 WIB

Bagikan:

INSTINGJURNALIS.Com--Polemik Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Bone memasuki babak baru. Suplier BPNT dievaluasi. Evaluasi ini dilakukan lantaran adanya laporan kualitas sembako jelek dan tidak tepat harga.

Ada banyak laporan dari keluarga penerima manfaat (KPM) program bantuan penerima non tunai (BPNT) sembako yang diterima kualitasnya buruk, seperti beras berkutu dan berbau.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bone, Andi Promal Pawi membenarkan hal itu, ia mengatakan Cv. Ana Anugrah dievaluasi oleh pihak Dinsos Provinsi Sulsel.

"Saat ini suplier sedang dievaluasi, apakah akan diganti atau tidak kita tunggu saja hasilnya bulan depan," kata Andi Promal, saat ditemui, Senin (29/06/2020).

Andi Promal menjelaskan, Suplier yang dievaluasi dikarenakan, banyaknya komplen dari KPM, pemenuhan kebutuhan KPM mandiri dinilai melenceng juknis. Keluhan KPM segera ditindaklanjuti, dan seharusnya kalau ada barang yang kurang bagus segera dikembalikan.

Ia meminta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) untuk lebih aktif dalam melakukan pengawasan dan pengecekan terhadap barang yang akan disalurkan.

"Yang jelas melalui TKSK, kami akan memantau penyaluran ini dan apabila ada ditemukan beras yang kualitasnya tidak bagus silahkan kembalikan," jelas Andi Promal.

Sebelumnya, diketahui Program BPNT di Kabupaten Bone bermasalah, bantuan sembako yang diterima KPM tidak sesuai juknis yang ditetapkan. Selain Suplier terancam dikenakan hukuman administrasi berupa pemecatan, Suplier terancam dipidanakan, bahkan saat ini pihak suplier telah dimintai klarifikasi oleh penyidik Polres Bone.

(Muhammad Irham)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI