Praktisi Hukum Sebut Pelayanan SPKT Polres Bone Buruk

7/10/2020 | 18:58 WIB

Bagikan:

INSTINGJURNALIS.Com--Sejumlah praktisi hukum Kabupaten Bone menyoroti sistem pelayanan publik Kepolisian Resort (Polres) Bone khususnya di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Seperti disampaikan Salahuddin SH mengatakan, sistem pelayanan publik Polres Bone khususnya di SPKT sangat buruk. Kata dia, petugas SPKT terkesan berusaha menolak laporan dengan berbagai alasan.

Ia mencotohkan pengaduan pada akhir Juni 2020 lalu, terkait kasus penyerobotan namun tidak diterima, padahal menurutnya, pengaduan yang dilayangkan ke SPKT sudah memenuhi syarat.

"Padahal aduan saya terkait penyerobotan lahan waktu itu sudah terpenuhi, dengan dasar putusan MA, tapi petugas SPKT menolak laporan itu dengan alasan MA tidak bisa dijadikan dasar, itu kerancuan pertama," kata Salahuddin, Jumat (10/07/2020).

Kedua, kata Salahuddin, saat mewakili kliennya untuk melapor, pihak SPKT menolak laporan tersebut dengan alasan kliennya harus dihadirkan, padahal kuasa hukum telah diberikan mandat untuk menjalankan hak keperdataan kliennya.

"Seharusnya kami selaku kuasa hukum memiliki hak keperdataan mewakili klien untuk melaporkan, namun petugas SPKT mengharuskan hadir, jadi disini seolah-olah fungsi advokat sesuai No 18 tahun 2003 tidak dipandang," tambah Salahuddin.

Senada disampaikan Firajul Sihab, mengatakan saat melapor di SPKT, dia sering diperhadapkan dengan situasi yang berbelit-belit.

Dimana jika seseorang akan melapor di SPKT, petugas selalu mengarahkan ke penyidik, sehingga pelapor harus menceritakan kronologi kejadian yang dialami, dan ketika penyidik tidak memberikan lampu hijau, maka laporan di SPKT pun tidak diterima jadi kesannya laporan baru diterima berdasarkan putusan penyidik seorang.

"Tetapi pelapor selalu dihadapkan kepada penyidik untuk digali nilai-nilai terlebih dahulu, jadi seolah-seolah kami harus gelar perkara lebih dahulu sebelum laporan diterima," kata Firajul.

Perbaikan di SPKT, kata Firajul, merupakan langkah utama dalam meningkatkan pelayanan. Salah satu caranya dengan meningkatkan kemampuan petugas SPKT.

"Terutama di level pengetahuan, analisa, bahkan jika memang perlu memberikan pelatihan kemampuan komunikasi yang efektif kepada para petugas. Semua karena di SPKT-lah, masyarakat melihat wajah awal dari Polri ini," ujarnya.

(Muhammad Irham)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI