Tak Terima Suaminya Dinikahkan, Motif Dibalik Penyerangan Imam Masjid di Pinrang

9/24/2020 | 14:57 WIB

Bagikan:

INSTINGJURNALIS.Com--Peristiwa penyerangan terhadap seorang imam masjid di Desa Kaballangan, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, dipicu sakit hati antara pelaku dan korban.

Pelaku diketahui bernama Fitri (30) merasa jengkel terhadap korban Asgan karena menikahkan suaminya tanpa sepengetahuannya.

"Jadi si terlapor jengkel dengan korban. Lantaran dia (korban) menikahkan suami dari terlapor tanpa sepengetahuannya," kata Ipda Suharman, Kanit Reskrim Polsek Duampanua, Kamis (24/09/2020).

Permasalahan ini kata Ipda Suharman, tengah dimediasi oleh kepala desa setempat. Korban, kata dia, telah dipanggil untuk dimintai keterangan.

Diketahui, Seorang imam masjid bernama Asgan, 47 tahun, diserang saat salat duhur berjemaah. Penyerangan ini terjadi di Masjid Nurul Huda, Kampung Batri Kabalangan, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulsel, pada Selasa, (22/09/2020).

Pelaku penyerangan imam masjid saat memimpin salat ini bernama Fitri, 30 tahun. Ia menyerang imam dengan cara memukul dengan menggunakan balok kayu yang mengenai punggung hingga jari tangan patah berdarah dan nyaris putus.

Penganiayaan imam ini bermula ketika korban (Asgan) tengah memimpin atau imam salat duhur berjemaah di Masjid Nurul Huda. Saat sujud di rakaat pertama, ia tiba-tiba diserang oleh pelaku dari arah belakang. Korban dipukul menggunakan balok kayu hingga mengenai punggungnya.

Seketika itu, korban langsung terjatuh. Dan pelaku pun makin bringas, dengan kembali menghantam korban yang sudah terjatuh ke arah kepalanya.

Tapi korban sigap dan berhasil menahan atau menangkis pukulan balok pelaku. Akibatnya jari tangan korban mengalami patah berdarah dan hampir putus.

(Satria)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI