Gaya Nyentrik Bupati Sinjai di Tengah Pandemi Covid-19

10/17/2020 | 14:14 WIB

Bagikan:

 Gaya Nyentrik Bupati Sinjai di Tengah Pandemi Covid-19

INSTINGJURNALIS.com - Ada penampilan berbeda pada keseharian Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) sejak beberapa bulan terakhir. Sang Kepala Daerah selalu tampil di muka umum dengan mengunakan tali gantungan handphone.


Saat menghadiri kegiatan resmi maupun dalam suasana santai, ASA selalu terlihat dengan telepon pintar yang tergantung di lehernya. Gantungan handphone itu pun membuat penampilan bupati yang merupakan alumni S2 Monash University Melbourne Australia ini tampak nyentrik layaknya anak muda zaman kekinian.


Lalu apa alasan bupati yang menahkodai Kabupaten Sinjai sejak tahun 2018 ini memilih menggantung ponsel di lehernya? Alasannya, memakai aksesoris gantungan gadget merupakan salah satu cara untuk mencegah dirinya tertular virus corona.


"Kebanyakan orang itu kan tanpa mereka sadari sering meletakkan smartphone di tempat-tempat umum, misalnya di meja gedung atau di meja cafe atau fasilitas umum yang lain, padahal bagi saya itu bisa menjadi media penularan Covid-19," kata Andi Seto Asapa, Kamis (15/10/2020).


"Coba pikir ya!" Terang ASA, "ponsel kalau diletakkan di meja yang sudah terkena dahak atau cairan bersin atau batuk dari orang terpapar Covid-19, setelah itu HP-nya kita pegang lagi kemudian lupa atau tidak menggunakan hand sanitizer atau cuci tangan lalu kemudian kita memegang hidung atau mata, kan bisa ikut terpapar virus juga".


Menjabat kepala daerah, ASA memang selalu melakoni aktifitasnya yakni dengan cara bertemu banyak orang. Meski saat menghadiri acara pemerintah daerah yang sejatinya sudah menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, jaga jarak dan rajin mencuci tangan, tapi bagi bupati yang satu ini, itu belum cukup. 


"Saya memang selalu berupaya untuk berprilaku hidup bersih setiap waktu apalagi di tengah pandemi corona seperti sekarang ya harus steril, termasuk memastikan kebersihan smartphone atau benda lain yang saya pegang," tegasnya.


Diketahui, handpone merupakan salah satu benda yang sering berada di sekitar kita. Intensitas pemakaian handphone pun dinilai tinggi bahkan layar handphone sering kotor karena terlalu sering disentuh.


Berdasarkan data yang diteliti oleh jurnalis kesehatan dari Seattle Times seperti dilansir Kompas.com (26 Maret 2020), ada 25.127 bakteri yang menempel pada ponsel. Temuan ini tentunya harus membuat kita lebih berhati-hati dalam memegang HP, terlebih di saat virus corona tengah menyebar.


Sementara itu, peneliti bidang mikrobiologi dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, Sugiyono Saputra, PhD mengungkapkan, permukaan layar handphone yang kotor apalagi terkontaminasi droplet (dahak) penderita Covid-19 dapat menularkan virus corona.


"Virus corona dapat menular melalui handphone jika handphone-nya terkontaminasi droplet dari penderita, kemudian kita pegang handphone orang tersebut, lalu kita sentuh area mulut atau hidung kita tanpa mencuci tangan terlebih dahulu," ujar Sugiyono seperti diberitakan Kompas.com, Kamis 5 Maret 2020.


Lantaran handphone diketahui dapat menularkan virus corona bila terkena droplet penderita Covid-19, Sugiyono bahkan menyebutkan pentingnya untuk menjaga kebersihan gadget secara rutin dengan cara, antara lain; membersihkan HP menggunakan tisu disinfektan khusus gadget dan memakai kain microfiber yang disemprotkan alkohol 70 persen. 


Editor : Satria


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI