Program 1.000 Wirausaha Baru, Diskopnaker Sinjai Sebut Sudah Cetak 700 Orang

3/08/2021 | 13:24 WIB

Bagikan:
Program 1.000 Wirausaha Baru, Diskopnaker Sinjai Sebut Sudah Cetak 700 Orang
Kepala Bidang Ketenagakerjaan Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Sinjai, Lukman 


INSTINGJURNALIS.com - Komitmen Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) untuk melahirkan 1.000 wirausaha baru dimasa pemerintahannya di Kabupaten Sinjai dipastikan bakal terwujud.


Pasalnya, hingga tahun 2020 lalu, Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja (Diskopnaker) sebagai leading sektor pada program tersebut, telah mencetak 700 wirausaha baru. Artinya, sisa 300 orang dari 1.000 wirausaha baru yang dicanangkan kurung waktu lima tahun.


Kepala Bidang Ketenagakerjaan Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Sinjai, Lukman mengatakan, penciptaan wirausaha baru di Bumi Panrita Kitta didukung dengan berbagai pelatihan yang telah dilakukan sepanjang tahun 2019 hingga tahun 2020. 


"Pada tahun 2020, ada 140 orang wirausaha baru. Itu dibagi dalam 28 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri lima anggota dengan berbagai jenis kegiatan," ungkapnya saat ditemui dikantornya, Senin (8/3/2021).


Untuk kegiatan menjahit kata Lukman terdapat 12 kelompok dengan jenis bantuan mesin jahit dan peralatan lainnya, kemudian tata boga 12 kelompok dengan jenis bantuan peralatan dan jenis tata boga yang dibutuhkan. Sedangkan empat kelompok lainnya dari perbengkelan.


"Jadi jumlah 140 orang dari 28 kelompok itu tersebar dibeberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Sinjai," katanya.


Dalam pelatihan tersebut, pihaknya melakukan kerjasama dengan beberapa lembaga yang ada di Sinjai demikian juga kerjasama dari Kementerian Ketenagaakerjaan. 


Pada tahun 2021 ini, pihaknya akan kembali melakukan pelatihan berbasis kompetensi dengan jumlah peserta yang direncanakan sebanyak 20 orang. Pelatihan itu, rencananya dilaksanakan pada bulan Juni mendatang.


"Saat ini sementara proses administrasi. Jadi nanti setelah lengkap barulah kita melakukan rekrutmen dan seleksi calon peserta," bebernya.


Dalam pelatihan ini calon peserta diprioritaskan bagi meraka yang menganggur dan anak putus sekolah. Mereka nantinya diberi pelatihan keterampilan menjahit.


"Insya Allah kalau kita mendapat anggaran dari pusat, maka setelah melakukan pelatihan kita usahakan untuk memberikan lagi bantuan sarana dan prasarana," kata Lukman. (*)


Laporan: Satria



Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI