Realisasi Anggaran Minim, Pemda Asik Tumpuk Uang di Bank

4/27/2021 | 19:11 WIB

Bagikan:

Editor: Satria

INSTINGJURNALIS.Com--Pemerintah mencatat realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hingga akhir Maret 2021 baru mencapai Rp 98,9 triliun. Angka ini hanya setara 9,4% dari total APBD.


Jumlah ini mengalami kenaikan dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar Rp163,95 triliun.


Seiring dengan hal tersebut, simpanan pemerintah daerah di perbankan hingga akhir Maret 2021 masih mencapai Rp 182,33 triliun atau melonjak 11,22% dari posisi bulan Februari 2021 yang sebesar Rp 163,95 triliun.


Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyayangkan kembali naiknya simpanan pemda di bank umum pada bulan lalu. Padahal pemerintah pusat berharap pemda bisa lebih gencar untuk merealisasikan anggarannya agar dapat membantu upaya pemulihan ekonomi nasional.


"Seharusnya pemda seperti pemerintah pusat bisa melakukan belanja yang lebih cepat sehingga bisa cepat memulihkan ekonomi Indonesia dan memberikan manfaat kepada masyarakat," kata dia dalam video conference di Jakarta, dilansir Senin, 26 April 2021.


Dibandingkan periode sama tahun lalu, jumlah simpanan pemda di bank juga mengalami kenaikan dari Rp177,52 triliun. Sri Mulyani ingin uang pemda di bank ini bisa dibelanjakan, terlebih pemerintah pusat juga telah merealisasikan transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp172,96 triliun.


"Ini sebetulnya ironis karena kita sebetulnya mengharapkan transfer APBN itu untuk segera dibelanjakan. Saldo rata-rata pemda tiga tahun terakhir adalah Rp96 triliun," ungkapnya.


Secara keseluruhan, realisasi pendapatan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada Maret 2021 adalah Rp139,99 triliun atau 14,2 persen dari pagu APBD. Sayang realisasi belanja APBD pada bulan lalu baru Rp98,9 triliun atau hanya 9,4 persen dari APBD 2021.


"Jadi tadi pemerintah pusat mentransfer Rp172,96 triliun ke daerah, daerah baru belanja Rp96,9 triliun. Maka, terlihat di sini simpanan pemda malah naik sebesar Rp18,39 triliun atau 11,22 persen," pungkas dia.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI