Kabupaten Sinjai Berada Posisi Ketiga Laju Pertumbuhan PDRB Tertinggi di Sulawesi Selatan, Bupati: Itu Kewajiban Kita

9/18/2021 | 16:31 WIB

Bagikan:

Satria

INSTINGJURNALIS.Com--Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sinjai tahun 2021 meningkat hingga 540 persen dibanding tahun sebelumnya. Berkaca tahun 2020 misalnya, PDRB hanya berada diangka 11,56 persen, kemudian tahun 2019 lebih sedikit hanya diangka 2,14 persen. 


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sinjai 2021, laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor usaha konstruksi melonjak drastis hingga 540 persen. Dimana pada tahun 2019 berada pada angka 2,14 persen. Lalu melonjak pada tahun 2020 menduduki posisi 11,56 persen, dan berlanjut ditahun 2021 PDRB Sinjai capai angka 540 persen. Pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan jadi pemicunya. 


Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa mengatakan kebijakan yang dikeluarkan bukan hanya fokus pada program kesehatan dan pendidikan, selain itu, bentuk kewajiban juga kita harus berfikir keras untuk pemerataan perekonomian rakyat. Pasalnya untuk sementara ini menurutnya bahwa perekonomian masyarakat sinjai sudah meningkat dan kini pemerintah fokus akan melakukan sistem pemerataan perekonomian 


"Bersama jajaran, pembangunan infrastruktur dinilai menjadi salah satu strategi untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional dan merupakan rumusan yang tepat untuk pemerataan perekonomian di wilayah kabupaten, dengan membangun infrastruktur, pemerataan ekonomi akan tercipta juga bisa meningkatkan efisiensi waktu tempuh," ungkapnya. 


Capaian ini menjadi bukti nyata jika pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan pada tahun 2020 berdampak terhadap tumbuhnya pendapatan masyarakat. Baik pembangunan jalan, jembatan, maupun infrastruktur lainnya.


Tentu hal ini juga berdampak terhadap meningkatnya kesejahteraan masyarakat, terutama yang bergerak di bidang infrastruktur. “Alhamdulillah, kita bersyukur karena apa yang menjadi harapan kita untuk meningkatkan pendapatan masyarakat telah terwujud di sektor konstruksi,dan tentu berdapak kemerataan perekonomnian rakyat,” ungkap Andi Seto. 


Menurutnya, salah satu warga yang berdomisili Sinjai Barat berada di daerah yang terletak di perbatasan Malino Kabupaten Gowa, Hasna mengakui bahwa hasil produksi pertaniannya kini lebih mudah untuk dijualnya dengan perbedaan harga yang tinggi dengan kos transportasi yang minim, pasalnya ditahun sebelumnya sangatlah sulit dan memakan biaya transportasi yang tinggi. Bahkan, kadang hasil panen pertaniannya dipaksakan jual murah karena kondisi jalan yang sulit ditempuh


"iya sedikit agak mudah menjual hasil pertanian kita di wilayah saya, karena beberapa tahun sebelumnya kita kewalahan untuk mengakses jalan untuk mendapatkan kebutuhan pertanian kita, dan kini bersyukur pembeli hasil pertanian mudah menjangkau kami," ungkapnya.


Diketahui, pada tahun 2020,Pemerintah Kabupaten Sinjai fokus pada pembangunan infrastuktur jalan dan jembatan dengan anggaran sebesar Rp185 miliar. Dari porsi anggaran besar itu menghasilkan 132 kilometer jalan mulus dan 6 buah jembatan. Usaha konstruksi melalui program pembangunan infrastruktur ini juga menjadikan Sinjai menduduki posisi ketiga laju pertumbuhan PDRB tertinggi di Sulawesi Selatan. 



Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI