Puting Beliung Sapu Puluhan Rumah di Bone, Sejumlah Korban Terpaksa Mengungsi

10/18/2021 | 17:28 WIB

Bagikan:

Satria


INSTINGJURNALIS.Com--Sedikitnya puluhan rumah di Kabupaten Bone rusak akibat angin kencang yang menerjang wilayah tersebut, Minggu (18/10/2021) malam. Hujan yang disertai angin kencang tersebut melanda Kecamatan Sibulue.


Akibat angin kencang tersebut sedikitnya lebih 50 rumah yang tersebar di empat desa, diantaranya, Desa Pattiro Sompe, Malluse Tasi, Tunreng Tellue dan Desa Bulie terdampak. Bahkan, sejumlah warga terpaksa mengungsi ke rumah keluarganya. 


Menurut salah seorang warga setempat, Supri mengatakan, peristiwa puting beliung itu terjadi disertai petir yang menyambar, sehingga membuat warga panik dan berlari keluar rumah. 

Diakuinya, saat ini masih melakukan melakukan perbaikan rumah yang rusak akibat bencana angin tersebut.


"Tiba-tiba terdengar suara gemuru dari langit dan disertai angin kencang dan menyapu rumah. Seketika orang-orang berlarian ke luar rumah," kata Supri, Senin (18/10/2021). 


Kepala Desa Pattiro Sompe Andi Amri mengatakan peristiwa angin puting beliung itu merusak pulahan rumah warga. Bahkan tidak sedikit rumah mengalami kerusakan parah. 


“Ada beberapa Desa yang terkena musibah puting beliung khusus Desa Pattiro Sompe sekitar 50 rumah yang rusak akibat musibah ini,” ungkap Andi Amri.


Sementara itu, Camat Sibulue Andi Zainal Wahyudi mengatakan ada empat desa yang terkena bencana angin puting beliung. Satu desa yang terparah akibat angin kencang tersebut terjadi di Desa Pattiro Sompe,


"Ada empat desa yang terkena dampak yakni Desa Malluse Tasi, Desa Pasaka ,Desa Tunreng tellu'e  dan desa pattiro sompe namun untuk daerah terparah yang terdampak bencana di dusun ujung pattiro desa pattiro sompe dengan jumlah data sementara 50 rumah," kata Zainal, Senin (18/10/2021). 


Zainal mengaku pemerintah saat ini belum memberikan bantuan berupa pengungsian. "Untuk sementara tidak ada tempat pengungsian yang disediakan oleh pemerintah, karena rata-rata rumah yang terdampak bencana adalah bagian atapnya dan sudah diperbaiki oleh warga sekitar dan sementara rumahnya yang terdampak parah tinggal di rumah kerabat sambil menunggu perbaikan rumah selesai," ungkapnya.


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI