![]() |
| Foto ist |
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari Murniati, mengatakan, terdapat seorang korban yang masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar (SD) dilaporkan meninggal. Dia mengaku, belum dapat memastikan jenis obatnya yang dikonsumsi para remaja tersebut
"Kita masih selidiki dulu. Untuk sementara ada 30 orang yang dirawat dan tersebar di beberapa rumah sakit," kata Murniati.
Peristiwa itu awalnya terjadi kemarin namun para remaja itu belum pulih hingga hari ini meski sudah dirawat di lima rumah sakit.
Para remaja itu masih dirawat di RSJ Kendari, RSUD Kendari, RS Bhayangkara Kendari, RS Korem 143 Kendari, dan RSUP Bahteramas. Di RSJ jumlahnya mencapai sebelas orang, RS Korem dua orang, RSUD Abunawas seorang, RS Bhayangkara empat orang, RSUP Bahteramas dua orang, dan sisanya di sejumlah puskesmas.
"Bisa jadi narkoba jenis Flaka. Karena bahannya dicampur dari berbagai merek obat. Sama halnya Flaka yang campuran dari beberapa jenis narkoba,"tutur Murniati.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kata Murniaty, para korban ada yang meracik dan meminum sendiri. Sementara korban lain diberi oleh seseorang yang identitasnya masih ditelusuri.
"Obat yang diminum ini sejenis Flaka, yang campuran dari Somadril, PCC dan Tramadol," tuturnya.
Sementara itu, Direktur RSJ Kendari, dr Abdul Razak, menjelaskan pasien remaja yang mereka rawat mengalami gangguan mental. Hal itu, katanya, akibat obat-obatan atau benda yang bersifat obat. Dia menyebut hal yang dialami para remaja itu belum terkategori penyakit mental, namun sebatas gangguan mental akibat obat-obatan. (*)
