TSMpGUd8BUMoGUMoTSO6TSM7Ti==

Akui Yerusalem sebagai ibukota Israel, Trump Memicu Badai

Akui Yerusalem sebagai ibukota Israel, Trump Memicu Badai
INSTINGJURNALIS.com - Pengakuan Presiden AS Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel memicu reaksi diplomatik yang hampir universal dan ketakutan.

Langkah pemberontak Trump - membuat kebaikan dalam sebuah janji yang dibuat selama kampanye presiden 2016 - mengakhiri tujuh dekade ambiguitas AS mengenai status Kota Suci, yang diklaim keras oleh orang Israel dan Palestina.

Trump mengatakan ini menandai dimulainya "pendekatan baru" untuk memecahkan konflik Israel-Palestina.

"Israel adalah negara berdaulat dengan hak seperti setiap negara berdaulat lainnya untuk menentukan modalnya sendiri," katanya dalam pidato di Gedung Putih pada Rabu, (6/12/2017) dilaporkan AFP.

"Sekarang saatnya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel," katanya, mendesak ketenangan dan "suara toleransi untuk menang atas pemasok kebencian."

Namun, langkah tersebut memicu kemarahan di kalangan warga Palestina dan pendukung mereka.

Organisasi Pembebasan Palestina mengumumkan pemogokan untuk demonstrasi di Tepi Barat pada hari Kamis, sementara Hamas - gerakan Islam Palestina yang menjalankan Jalur Gaza - menyerukan "hari kemarahan" pada hari Jumat.

Hamas memperingatkan bahwa Trump telah membuka "gerbang neraka untuk kepentingan AS di wilayah ini."

- 'Berani' atau 'tercela'?

Meskipun disambut oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai "keputusan berani dan adil," Trump bergerak meninggalkan banyak sekutu AS yang marah yang berjuang untuk menemukan respons diplomatik.

Arab Saudi pada hari Kamis mengecam tindakan tersebut karena "tidak dapat dibenarkan dan tidak bertanggung jawab", dan mengatakan bahwa hal tersebut bertentangan dengan "hak historis dan tetap rakyat Palestina".

Presiden Palestina Mahmud Abbas mengatakan bahwa langkah Trump yang "menyedihkan dan tidak dapat diterima" berarti bahwa Amerika Serikat menarik diri sebagai sponsor proses perdamaian.

Editor : Dimas

Type above and press Enter to search.