TSMpGUd8BUMoGUMoTSO6TSM7Ti==

Keputusan Trump Akui Yerusalem 'Ibu kota Israel' Disambut Gelombang Kecaman dan Kutukan

Keputusan Trump Akui Yerusalem 'Ibu kota Israel' Disambut Gelombang Kecaman dan Kutukan
INSTINGJURNALIS.com - Presiden Donald Trump sudah mengumumkan pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat ke Yerusalem dan mengakuinya sebagai ibu kota Israel, disambut dengan gelombang kecaman dan kritik dari berbagai penjuru dunia.

Bahkan keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel disebut melanggar berbagai resolusi PBB.

Karena itu, Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) menyerukan agar OKI dan PBB segera membahas persoalan tersebut.

Dalam pernyataan pers di Istana Bogor, Kamis (07/12), Presiden Joko Widodo menyebut

"pengakuan sepihak itu melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB yang di sana AS merupakan salah satu anggota tetap, juga Majelis Umum PBB," tegas Jokowi dalam pernyataan pers di Istana Bogor, Kamis (7/12/2017) kemarin dikutip BBC.

Pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel, kata Jokowi, bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia.

Ia juga menyerukan PBB dan Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk segera membahas dan menentukan sikap.

"Saya akan datang sendiri ke sidang OKI itu," katanya.

Selain itu, Presiden Jokowi mengatakan pihaknya juga mendesak pemerintah Amerika mempertimbangkan kembali langkah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Sebelumnya, dalam acara Bali Democracy Forum yang diadakan di Serpong, Kamis (7/12) ini Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi tampil mengenakan selendang Palestina.

"Saya berdiri di sini, mengenakan selendang Palestina untuk menunjukkan komitmen kuat pemerintah Indonesia, rakyat Indonesia, untuk selalu bersama rakyat Palestina, untuk hak-hak mereka," kata Menlu Retno.

"Kami mengutuk pengakuan (AS terkait Yerusalem) itu," Retno menegaskan.

Editor : Dimas

Type above and press Enter to search.