Pengendalian Inflasi April 2020 Bakal Lebih Berat

4/01/2020 | 15:27 WIB

Bagikan:
Pengendalian Inflasi April 2020 Bakal Lebih Berat
Ilustrasi

INSTINGJURNALIS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) meminta pemerintah bersiap untuk mengendalikan tingkat inflasi pada April 2020 lantaran tantangan yang akan dihadapi lebih berat ketimbang Maret 2020.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan pergerakan inflasi pada tiga bulan pertama tahun ini masih dalam kategori terkendali. Tantangan justru akan hadir pada April 2020, terutama saat memasuki periode Ramadan dan persiapan Idul Fitri.

"Catatan bahwa pekan terakhir April akan memasuki bulan puasa dan harus siap-siap jaga pasokan pangan agar harga tetap terjangkau di tengah pandemi Covid-19 saat ini,” katanya dalam konferensi video

Pada Maret 2020, lanjut Suhariyanyo, tingkat inflasi tercatat sebesar 0,10%. Menurutnya, pergerakan inflasi itu masih lebih rendah dari Februari 2020 yang mencatat inflasi sebesar 0,28%.

Pria yang kerap disapa Kecuk ini juga menjabarkan bahwa inflasi pada Maret secara tahunan mencapai 2,96%. Angka tersebut masih lebih tinggi dari periode sama tahun lalu yang tingkat inflasi mencapai 2,48%.

Menurut kelompok pengeluaran, komponen makanan minuman dan tembakau, penyediaan makanan minuman atau restoran, serta \perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi motor inflasi di Maret 2020.

Komponen makanan minuman dan tembakau pada Maret 2020 mencatat inflasi 0,10%. Komponen restoran mencatat inflasi 0,36% dan perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi paling tinggi 0,99%.

Sementara itu, komponen transportasi dan informasi komunikasi dan jasa keuangan menjadi pengerem laju inflasi dengan mencatat deflasi pada bulan lalu.

Sedangkan komponen transportasi mencatat deflasi sebesar 0,43% pada Maret 2020. Deflasi ini dipicu penurunan harga tiket angkutan udara pada Maret 2020. Selanjutnya komponen informasi komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,09%.

“Jadi penyebab utama inflasi Maret sebesar 0,10% ini karena ada kenaikan harga emas pada komponen perawatan pribadi dan jasa lainnya, kemudian makanan minuman seperti kenaikan harga telur dan bawang bombay,” jelas Kecuk. (Sumber: DDTCNews)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI