Pupuk Subsidi Langka, Kadis Pertanian Minta Data, Kok Gitu?

5/14/2020 | 12:58 WIB

Bagikan:

INSTINGJURNALIS.Com--Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Bone, Sunardi Nurdin, angkat bicara terkait kelangkaan pupuk yang terjadi di salah satu desa di Kecamatan Cenrana.

Dirinya menyebut, jatah pupuk subsidi di Kabupaten Bone itu tidak akan pernah cukup, hal tersebut dikarenakan jumlah pengguna lebih banyak dibandingkan dengan jumlah stoknya.

Menurutnya, kelangkaan pupuk terjadi karena jumlah kebutuhan pupuk lebih besar dari pada jumlah kuota yang ditentukan, selain itu juga petani yang tidak mampu membeli pupuk diharapkan memakai organik.

“Kalau persoalan pupuk tidak akan pernah cukup, karena jumlah kebutuhan jauh lebih besar sekitar 135 ribu ton sedangkan kuota hanya 90.000 ton, itupun sudah ditambah yang tadinya hanya 70 ribu ton, karena disubsidi melalui APBN petani sudah harus diajarkan memakai pupuk organik   termasuk petani yang mampu beli non subsidi yang memang kandungan haranya lebih bagus dari pada yang subsidi” kata Sunardi, Kamis (14/05/2020).

Soal kelangkaan pupuk, Sunardi menampik, sepengetahuannya jumlah ketersediaan pupuk subsidi dibone masih ada sekitar 70%. Namun, menurutnya, petani harus terdaftar di Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok tani (RDKK).

“Bukan langka masih banyak stok dari 91.000 ton baru terpakai sekitar 30%  petani harus terdaftar di kelompok tani dengan RDKK, yang tidak terdaftar di RDKK tidak akan dilayani dan hanya maksimal 2 hektare, per petani yang berhak mendapatkan pupuk subsidi selebihnya harus dia beli pupuk non subsidi," imbuhnya.

Lebih lanjut, "Kalau di wilayah itu kurang mungkin pengecer pupuk belum menebus ke distributor dan saat ini memang waktunya banyak pemakaian secara serentak,” terangnya

Bukan hanya itu, soal kelangkaan pupuk yang terjadi sunardi  juga minta kepada warga, daerah mana saja yang belum mendapat pupuk subsidi.

“Tolong di desa apa yang langka kelompok tani mana dan siapa pengecernya,” kuncinya.

Kelangkaan pupuk mulai dirasakan petani di Kabupaten Bone. Pupuk subsidi yang disediakan pemerintah hilang di pasaran. Untuk mengganti ke pupuk non subsidi, petani harus merogoh kocek lebih dalam.

Itu dialami petani-petani di Kecamatan Cenrana. Mereka mengeluh sulit mendapatkan pupuk bersubsidi sejak beberapa Minggu lalu. Seperti pupuk Phonska dan Urea. Petani terpaksa membeli pupuk non subsidi dengan selisih harga yang lebih mahal. Phonska bersubsidi Rp 120 ribu, sedangkan non subsidi Rp 135 ribu. Urea subsidi Rp 95 ribu, non subsidi Rp 115 ribu.

(Sudri)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI