Harga Sapi IB di Panen Pedet Sinjai Bikin Geleng Kepala

7/30/2020 | 22:01 WIB

Bagikan:
Harga Sapi IB di Panen Pedet Sinjai Bikin Geleng Kepala

INSTINGJURNALIS.com - Peluang berusaha di bidang peternakan sapi merupakan usaha yang cukup menguntungkan dan menjanjikan di Kabupaten Sinjai.

Betapa tidak, harga sapi dari hasil Inseminasi Buatan (IB) yang kini menjadi andalan sejumlah masyarakat di Bumi Panrita Kitta, bikin geleng kepala.

Seperti, di lokasi panen pedet (anak sapi) dan lelang sapi hasil Inseminasi Buatan (IB) di Lapangan Sinjai Bersatu yang dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL), Kamis (30/7/2020).

Sapi pedet yang dihadirkan dalam event itu berkisar 500 ekor yang usianya sekitar 6-8 bulan sebagaimana dikatakan, Kepala Dinas Peternakan dan Keswan Sinjai drh. Aminuddin Zainuddin telah ditawar dengan nilai yang cukup fantastik.

"Rata-rata umur 6-8 bulan itu sudah ditawar hingga sepuluh juta rupiah. Bahkan ada yang tidak mau kurang dari Rp15 juta," kata Aminuddin.

Bahkan, hasil sistem kawin suntik atau IB pada ternak sapi yang besar  seperti sapi Limousin, Simental, Brahman, Angus dengan Sapi Bali ada yang mencapai ratusan juta rupiah. Dengan begitu, pilihan pengembangbiakkan sapi pedaging oleh para peternak dinilai memberi keuntungan secara finansial.

Teranyar, Aminuddin menyebut, ada miliaran perputaran uang di Kabupaten Sinjai dengan adanya Inseminasi Buatan tersebut.

"Sapi yang ada saja disini (lokasi panen pedet) ada sekitar 500. Anggaplah kita rata-ratakan Rp 10 kita per ekor, berarti Rp 50 Miliar uang yang beredar tanpa kita sadari bahwa ternyata sebanyak itu uang beredar di Sinjai," tandasnya.

memang, Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) memiliki tekad yang tinggi untuk menjadikan kabupaten berjuluk ‘Bumi Panrita Kitta’ itu sebagai sentra industri ternak sekaligus penyuplai daging sapi potong di Sulawesi Selatan.

Diberbagai kesempatan, alumnus Monash University Melbourne Australia mengatakan, potensi dalam sektor peternakan di daerah yang di pimpinnya mencapai ribuan populasi ternak.

Bahkan, dia optimisme populasi tersebut dapat lebih berkembang dan meningkat dalam kurung waktu lima tahun memimpin Kabupaten Sinjai.

(Satria)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI