Petani Sekitaran Perumahan BTN Cilellang Mas Mulai Keluhkan Suplai Air Irigasi

8/02/2020 | 22:23 WIB

Bagikan:

INSTINGJURNALIS.Com--Maraknya pembangunan kompleks perumahan di lahan-lahan produktif terjadi belakangan ini. Alih fungsi lahan pertanian menjadi kompleks perumahan tersebut mengakibatkan areal pertanian di Kabupaten Bone semakin menyempit.

Sejumlah perumahan saat ini tengah dibangun pengembang di Kabupaten Bone. Dan tidak sedikit yang dibangun di atas lahan yang sebelumnya merupakan lahan pertanian yang subur dan sangat produktif, bahkan belakangan ini disinyalir adanya berupa wilayah ruang terbuka hijau dijadikan lahan perumahan rakyat.

Seperti perumahan yang dibangun oleh perusahaan PT Mandiri Pratama Putra, di Jalan Sungai Pareman atau tepatnya di Kelurahan Tibojong, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone. Perumahan itu jelas dibangun di atas lahan sawah yang subur.

Sekitaran kompleks tersebut dikelilingi belasan hektar lahan pertanian masyarakat yang siap panen. Walaupun sudah tidak mempunyai saluran irigasi alias sawah tadah hujan (irigasi diduga  dirubah jadi bantaran sungai oleh developer), namun bulir padi yang berisi sudah tampak di lahan sawah milik para warga.

Meskipun begitu sejumlah petani tampak mengeluhkan suplai air di sejumlah lahan pertanian. Bahkan sebelumnya, petani langsung mengalirkan air ke sawah tanpa menggunakan mesin. Namun keadaan berubah semenjak berdirinya kompleks perumahan itu.

"Dulu kami langsung menggunakan air irigasi dan langsung mengalir ke sawah, namun belakangan kami harus menggunakan mesin untuk memompa air, karena irigasi ini sudah digali," keluh seorang petani, Amiruddin.

Bahkan, kata dia, keberadaan perumahan itu jelas mengurangi produksi gabah tersebut. "Sebelumnya dalam satu petak sawah itu biasa menghasilkan sampai 40 karung sekarang tambah berkurang," tambahnya.

(An/Ram)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI