Unjuk Rasa Mahasiswa di Sinjai Berakhir Ricuh, Diduga Akibat Aksi Premanisme Kepala Desa

6/15/2021 | 18:57 WIB

Bagikan:

Satria


INSTINGJURNALIS.Com--Aksi unjuk rasa mengkritik atas kegiatan studi banding yang dilaksanakan oleh rombongan kepala desa di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sinjai berakhir ricuh, Selasa (15/06/2021). 


Kericuhan berawal saat massa dari organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sinjai mengkritik studi banding yang dilakukan sejumlah kepala desa diakhir masa jabatanya. 


Aksi yang bermula damai tiba-tiba ricuh setelah beberapa kepala desa memukul mundur mahasiswa yang sedang unjuk rasa tersebut.


Koordinator aksi, Muh Syahrul Gunawan mengatakan, aksi yang bermula damai kemudin dicederai oleh beberapa oknum kepala desa yang membubarkan paksa para demontran.


Peserta aksi mengaku dipukul saat berorasi, pengeras suara berupa toa juga turut dirusak oleh beberapa oknum kepala desa yang hadir di lokasi aksi


“Aksi ini tercederai oleh oknum kepala desa, padahal kami turun aksi damai, kami hanya ingin menyampaikan aspirasi namun kenapa sampai aksi dibubarkan hingga dipukuli peserta aksi yang datang di sini,” ungkapanya.


Akibat kejadian ini, PMII Sinjai resmi melayangkan laporan di Polres Sinjai, dia menduga pelaku penganiayaan dilakukan oleh oknum kepala desa, yang turut hadir pada saat pihaknya melakukan aksi unjuk rasa.


"Pada saat kami aksi, kami dipukul, ditendang dan atribut aksi kami dirusak. Karena itu kami ke Mapolres Sinjai, melaporkan oknum kepala Desa tersebut," katanya.


Dirinya juga berharap kepada Kapolres Sinjai, untuk mengusut tuntas aksi premanisme yang dilakukan oleh oknum kepala desa.


"Semoga Kapolres Sinjai, secepatnya menuntaskan dan memberikan sangsi kepada oknum yang telah melakukan tindak kekerasan kepada kami," tegasnya.


Dikonfirmasi Sekretaris Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Sinjai, Abdul Rajab, menuturkan kejadian ini merupakan aksi spontanitas.


"Sebenarnya kita Kepala Desa tadi memang ke Kantor Dinas PMD untuk menfasilitasi mahasiswa bertemu dengan Ibu Kadis terkait dengan apa yang diaspirasikan," terangnya.


Terkait dengan adanya insiden kericuhan yang terjadi itu dia mengakui spontanitas dari rekannya sesama kepala desa. 


Dia juga megatakan tidak ada yang direncanakan, itu terbukti banyak kepala desa yang bahkan ikut serta melerai dan membuat situasi yang sempat panas menjadi mereda.


"Sebenarnya kita mau jumpa pers namun karena ada kejadian diatas tadi saat demo, maka kita tunda dulu sambil melihat perkembangan selanjutnya," terangnya.


Sementara itu, Humas Polres Sinjai, AKP Fatahuddin, membenarkan pelaporan tersebut.


"Ia sudah mereka sudah melapor dan laporan ini kami akan tindak lanjuti," kuncinya.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI