Insiden Ibu Hamil Tanpa Paramedis, Direktur Klinik Restu Ibu Beri Klarifikasi, Begini Penjelasannya!

9/09/2021 | 18:59 WIB

Bagikan:

Satria


INSTINGJURNALIS.Com--Direktur Klinik Restu Ibu, Alimuddin angkat bicara terkait peristiwa dialami Sri Wahyuni yang dilaporkan terpaksa melahirkan sendiri tanpa ada pendampingan dari tim medis di ruang kuret milik Klinik Restu Ibu, Kabupaten Sinjai, Jumat (03/09/2021) lalu. 


Alimuddin menjelaskan, pada hari Jumat, 03 September 2021 pukul 09.40 wita, pasien, Sri Wahyuni (25) warga Kelurahan Sangiasseri, Kecamatan Sinjai Selatan masuk rawat inap Klinik Restu Ibu dengan keluhan keluar air ketuban sejak pukul 06.00 wita. Setalah dilakukan pemeriksaan oleh Indrawati (Bidan) hasilnya KU baik dan kesadaran composmentis (normal) . 


Setelah dilakukan pemeriksaan, bidan Rosmaniar melapor ke dokter pada pukul 10.00 wita. Kemudian diinstruksikan untuk memasang infus RL 28 tpm pada pukul 10.02 wita, pukul 10.05 wita dilakukan skintest oleh bidan Fajrianti, pukul 11.20 wita dilakukan evaluasi skintest. Lalu, pukul 11.25 wita dilakukan injeksi Cefoperazone 1 gr/IV.


"Saat itu suami pasien diberikan edukasi terkait rencana dilakukannya induksi persalinan, suaminya setuju dan menanda tangani informed consent induksi persalinan," bebernya, Kamis, (09/09/2021).


Selanjutnya, pukul 12.30 wita, dokter melakukan pemeriksaan pasien dan pemasangan obat atau dilakukan induksi persalinan. Setelah itu, pukul 13.30 wita dilakukan observasi. Lalu pukul 14.00 wita dilakukan operan jaga dengan petugas sore oleh Bidan Fajrianti dan Riska dengan hasil: His (+), Dja 132x/i.


Kemudian, pukul 15.00 wita kembali dilakukan observasi His dan Djj hasilnya: His (+), dja 140x/i. Setu jam kemudian, pukul 16.00 wita dilakukan lagi observasi His dan Dja dengan hasil: His (+), dja 138x/i. Pukul 17.00 wita dilakukan observasi His dan Dja dengan hasil: His (+), dja 150x/i. 


"Pada pukul 18.00 wita, bidan melakukan pemeriksaan rahim dengan hasil tidak ada kelainan, ketuban merembes, tidak ada penumbangan, pelepasan lendir dan darah," akunya.


Pada pukul 18.02 wita, bidan menyampaikan hasil pemeriksaan dan memberikan edukasi kepada pasien untuk melakukan teknik relaksasi pernapasan, melarang pasien untuk mengedan dini dan menganjurkan ibu tirah baring miring.


Pada pukul 20.01 dilakukan pemasangan oksigen 4 liter/ menit atas instruksi dokter. Pukul 20.30 wita dilakukan pemeriksaan dalam vagina dengan hasil Vulva dan vagina tidak ada kelainan, portio tipis, pembukaan 8 cm, ketuban merembes, kepala (caput +), tidak ada penumbungan, Hodge 2, pelepasan lendir dan darah.


Pukul 20.31 wita, bidan kembali menyampaikan hasil pemeriksaan dan memberikan edukasi kepada pasien untuk melakukan teknik relaksasi pernapasan, melarang pasien mengedan dini, dan menganjurkan tirah baring miring.


Pukul 21.00 wita, pasien dipindahkan ke kamar kuret karena kamar bersalin penuh. Pukul 22.00 wita, dilakukan observasi His dan Dja dengan hasil: His (+), Djj 125x/i, pukul 22.05 melakukan pemeriksaan dalam vagina dengan hasil vulva dan vagina tidak ada kelainan, portio melesap, pembukaan 10 cm, ketuban merembes, kepala (caput +), tidak ada penumbungan, Hodge 3, pelepasan lendir dan darah.


Pukul 22.06 wita, bidan kembali menyampaikan hasil pemeriksaan dan memberikan edukasi kepada pasien untuk melakukan teknik relaksasi pernapasan, melarang pasien mengedan dini, dan menganjurkan tirah baring miring.


Pukul 22.07 Wita, bidan Ria meminta izin kepada keluarga pasien yang menjaga di kamar kuret untuk melengkapi berkas rekam medik pasien di Midwife Station. Lalu pada pukul 22.15, keluarga pasien memanggil bidan di Midwife Station. Bidan segera berlari ke kamar kuret dan mendatangi kepala bayi sudah lahir sampai leher. Sehingga bidan segera menolong persalinan dan bayi lahir langsung menangis dengan jenis kelamin laki-laki, kepala bayi caput Succedanum. 


Lalu, bidan memotong tali pusat, dilakukan inisiasi menyusu dini, dan membantu melahirkan plasenta secara brand andrew. Pukul 22.27 wita, dilakukan hecting repture perineum tingkat 2, pukul 22.30 dilakukan suction pada bayi, mengganti sarung basah dengan sarung kering, memberikan injeksi vitamin K 0,5 cc/IM pada paha kiri bayi dan salep mata oksitetrasikin pada kedua mata bayi oleh budan Inda. 


Pukul 22.33 wita, menimbang berat dan mengukur panjang badan bayi oleh bidan Inda (2800 gram, 45 cm). Pukul 22.40 dilakukan eksplorasi vagina, pukul 22.41 dilakukan pengawasan kala IV dengan hasil  Ku baik, kesadaran composmentis. Tanda-tanda vital: TD: 110/70 MmHg, Nadi: 80 x/i, suhh 36,5°C, pernapasan: 20 x/i.  Kontraksi uteras baik, Tfu setinggi pusat, lochia rubra, BAB (-), BAK (-), pendarahan ± 100 cc. Pada pukul 23.55 dokter datang memberikan penjelasan kepada keluarga pasien. 


"Jadi bukan tidak ada bidan, justru ada bidan kami yang menadah anaknya, karena setiap waktu selalu dipantau dan dilakukan pemeriksaan." ujarnya.


Seperti diberitakan sebelumnya, seorang ibu hamil Srhy Hanifah Tsurayyah (26) mengaku saat menjalani persalinan di Klinik Restu Ibu Jl. Dr. Hamka, Biringere, Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Pasalnya, ia nyaris kehilangan anak pertamanya. 


Kejadian memilukan ibu kelahiran 1995 itu berawal saat ia mendatangi klinik tersebut pada 03 September 2021 kemarin untuk menjalani persalinan. Namun saat datang ia, tidak menemukan perawat atau bidan, sehingga keluarganya harus pontang-panting untuk mencari pihak medis. Akibatnya, ibu hamil itu terpaksa melahirkan sendiri ditemani keluarga di ruang kurek yang disediakan pihak klinik.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI