Antisipasi Dampak La Nina, Warga Bone Diminta Waspada

11/02/2021 | 16:30 WIB

Bagikan:

Satria

Ilustrasi

INSTINGJURNALIS.Com--Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi dalam periode sepekan ke depan atau terhitung 31 Oktober sampai 6 November 2021.


Daerah dan pemangku kepentingan setempat diharapkan mengantisipasi dampak dari fenomena suhu Lautan Pasifik La Nina yang sebelumnya dinyatakan berada pada level lemah hingga sedang (moderat).


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone, Dray Vebrianto mengatakan terdapat potensi signifikansi dinamika atmosfer yang dapat berdampak pada peningkatan curah hujan hingga potensi terjadinya angin kencang. 


"Potensi yang ditimbulkan mulai dari banjir, angin puting beliung, dan gelombang pasang di Teluk Bone," kata Dray, Selasa (02/11/2021). 


Oleahnya, pemerintah Kabupaten Bone harus memberikan perhatian lebih potensi ancaman tersebut. Termasuk menghimbau seluruh warga untuk tetap waspada. 


"Menstandbykan semua personil dan peralatan di BPBD, menyampaikan ke seluruh pemerintah kecamatan, lurah/desa agar mewaspadai dampak laninnya, mengkoordinasikan ke seluruh stakeholder penanggulangan bencana agar siap saat harus bergerak," tambahnya. 


Sebelumnya, masyarakat perlu bersiap-siap menghadapi La Nina di penghujung tahun 2021 yang menimbulkan potensi bencana dan dapat mengancam ketahanan pangan, imbau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).


La Nina diperkirakan terjadi di Indonesia hingga akhir 2021 atau awal 2022 - antara bulan Desember, Januari, dan Februari. Fenomena tersebut ditandai dengan peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.


"Dan ini banyak terjadi di wilayah Pulau Jawa, kemudian ke arah Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, daerah-daerah itu biasa meningkat curah hujannya di masa peristiwa La Nina," kata Dodo Gunawan, kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI