Fakta Konflik Pa'bagang dengan Perre-perre, Warga Lokal Juga Punya

11/04/2021 | 11:53 WIB

Bagikan:

Satria


INSTINGJURNALIS.Com--Dinas Perikanan dan Kelautan Sinjai menggelar pertemuan atas konflik yang terjadi antara nelayan Pa’bagang (lokal) dengan Perre-perre yang disinyalir berasal dari luar Sinjai, Rabu (03/11/2021). 


Dalam pertemuan itu, terungkap jika beberapa warga lokal memiliki kapal nelayan jenis Perre-perre. Hal itu membantah jika Perre-perre  bukan hanya berasal dari luar, namun juga dari warga lokal. 


 "Sudah ada warga Sinjai memiliki Perre-perre, sudah 10 kapal,” kata perwakilan Perre-perre Ilham saat hadir dalam pertemuan tersebut.


Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sinjai, Haris Achmad mengatakan, pertemuan ini dilakukan sebagai langkah Pemkab Sinjai untuk mencegah konflik sosial sesama nelayan.


Hanya saja, hanya satu kelompok nelayan yang hadir, yakni nelayan Perre-perre. Sementara Pa’bagang tidak hadir dalam pertemuan itu.


“Sebenarnya ini bukan kewenangan kami karena urusan laut kewenangan provinsi, tapi Pemkab Sinjai terpanggil untuk mencari jalan keluar, tapi satu pihak tidak hadir, makanya kami tidak bisa mencari titik temunya,” bebernya, Rabu (3/11/2021).


Oleh karena itu, kehadiran dirinya bersama beberapa rekannya dalam pertemuan itu untuk mencari solusi atas polemik ini. “Kami hadir untuk mencari solusi, makanya besar harapan kami pihak yang merasa dirugikan juga hadir, apalagi selama ini kami tidak punya niat untuk mengganggu aktivitas mereka, tapi ternyata mereka tidak hadir,” tambahnya.


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI