Dugaan Korupsi Jasa Produksi dan Uang Pensiunan Karyawan, Kejati Sulsel Geledah Kantor PDAM

12/09/2021 | 16:22 WIB

Bagikan:


INSTINGJURNALIS.Com-- Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggeledah kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar terkait dugaan korupsi di perusahaan tersebut. Penggeledahan dilakukan terkait dugaan korupsi jasa produksi dan asuransi pensiunan karyawan yang sedang diusut Kejati Sulsel.


Kasi Penkum Kejati Sulsel, Idil membenarkan penggeledahan itu ia mengatakan kasus tersebut saat ini memang ditangani kejaksaan.


"Kasusnya ini sudah penyidikan. Saya cuman bisa membenarkan (adanya penggeledahan ini)," kata Idil, Kamis (09/12/2021).


Untuk diketahui, dugaan korupsi di PDAM Kota Makassar ini terjadi pada tahun anggaran 2018. Kejati Sulsel menaikkan kasus ini ke tahap penyidikan setelah memperoleh hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Sejauh ini, pihak penyidik telah memeriksa belasan saksi.


Penggeledahan oleh Kejati Sulsel ini terjadi hanya beberapa hari setelah Wali Kota Makassar Ramdhan 'Danny' Pomanto memberhentikan seluruh direksi Perusahaan Daerah (Perusda) Makassar, termasuk PDAM Kota Makassar.


Danny sebelumnya juga sempat didemo dan dituding terlibat dalam kasus ini. Tapi, saat itu Danny tidak terima dengan tudingan tersebut dan langsung melaporkan pendemo berinisial AM ke polisi.


"Laporan saya terkait UU ITE Nomor 11 Tahun 2008 Pasal 27 tentang Pencemaran Nama Baik klien saya, Bapak Ir Mohammad Ramdhan Pomanto," ucap kuasa hukum Danny, Benny Iskandar, kepada detikcom, Selasa (14/9).


AM dilaporkan ke Polrestabes Makassar pada Senin (13/9). AM disebut terlibat unjuk rasa di depan Kejati Sulsel pada Rabu (8/9), dan secara gamblang menyebut Danny terlibat dalam dugaan korupsi pada PDAM Makassar tersebut.


"Jadi kronologinya itu ketika dilakukan aksi oleh Saudara Akbar Muhammad tanggal 8 September di Kejati Sulsel, dalam orasi dan dalam rilis yang disebarkan ke media, beliau itu sudah menuding dan menyebut nama klien saya, Bapak Ir Mohammad Ramdhan Pomanto, yang juga sekaligus Wali Kota Makassar, yang menyatakan diduga terlibat," kata Benny.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI