TSMpGUd8BUMoGUMoTSO6TSM7Ti==

Petani di Bone Mengeluh, Jatah Pupuk Subsidi Makin Merosot

 

Ilustrasi (google)

INSTINGJURNALIS.COM  [ADS]     -  Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bone, Andi Asman Sulaiman menerangkan, jatah pupuk subsidi tahun 2024 menurun jika dibandingkan di tahun 2023.


Untuk pupuk Urea tahun 2023 sebanyak 77.525 ton, dan tahun 2024 sebanyak 40.106 ton. Sedangkan pupuk NPK di tahun 2023 sebanyak 40.545 ton, dan tahun 2024 hanya 26.684 ton. 


"Memang kita mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, dan ini sangat jauh dari kebutuhan petani," bebernya belum lama ini.


Andi Asman menegaskan, pihaknya akan mengupayakan tambahan kuota pupuk untuk tahun 2024. Menurutnya, hal tersebut sudah dirapatkan kepada seluruh pengecer, penyuluh, para kadis, dan direktur pupuk.


Sementara itu, Petani di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengeluhkan sulitnya mendapat pupuk subsidi. Tahun 2024 ini, jatah pupuk subsidi di Bone juga turun dibandingkan tahun 2023.


"Saya dapat kabar untuk satu hektar sawah, jatah pupuknya hanya 3 sak. Ini sama halnya membunuh petani," ujar anggota Kelompok Tani Pattuku, Imran seperti dilansir dari detikSulsel, Kamis (8/2/2024).


Imran mengaku selalu mengambil pupuk dari daerah luar untuk menutupi kekurangan. Hal tersebut terpaksa dilakukannya karena harga pupuk non subsidi sangat mahal.


"Kadang kami ambil dari luar Bone pupuk tambahan. Kami mau beli non subsidi harganya juga mahal lebih Rp 600 ribu kayak NPK Phonska Plus," bebernya.


Berdasarkan data Dinas TPHP Bone kebutuhan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sebanyak 334.326 ton, dari total kelompok tani 5.671. Sedangkan dalam aturan petani yang berhak menggunakan pupuk subsidi, adalah petani yang lahan pertaniannya maksimal 2 hektar.


Awal tahun ini, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menggelar program Gebyar Diskon Pupuk di lima titik berbeda di Bone. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (8/2) dan Sabtu (10/2). (*)




BACA BERITA LAINNYA DISINI 

SIMAK BERITA & ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS   

ATAU BERLANGGANAN DI TELEGRAM

Komentar0