INSTINGJURNALIS.COM, SINJAI, – Komitmen mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi anak terus diperkuat di Kabupaten Sinjai. Gerakan Nasional Ruang Aman Nyaman Anak (Gernas RANA) di lingkungan pondok pesantren resmi dideklarasikan di Masjid Jami Asy-Syarif, Pondok Pesantren Al Markaz Al Islamy Sinjai, Rabu (22/7/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, hadir mewakili Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sinjai yang telah menginisiasi kegiatan tersebut serta Pondok Pesantren Al Markaz Al Islamy Sinjai yang menjadi mitra sekaligus tuan rumah deklarasi.
Menurutnya, deklarasi Gernas RANA merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sinjai untuk terus bersinergi dengan lembaga pendidikan keagamaan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, sehat, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.
"Gerakan ini menjadi tonggak penting dalam upaya kita bersama untuk memastikan setiap anak mendapatkan ruang belajar yang aman, sehat, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan," ujar Andi Jefrianto.
Ia menjelaskan, Gernas RANA tidak hanya berfokus pada lingkungan satuan pendidikan, tetapi juga mendorong terciptanya ruang aman dan nyaman bagi anak di empat lingkungan utama, yakni keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, dan ruang digital.
"Gerakan Nasional RANA juga mendorong terwujudnya ruang aman dan nyaman bagi anak di empat lingkungan utama, yaitu keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, dan ruang digital. Ini bukan sekadar program pemerintah, melainkan komitmen bersama sekaligus ajakan untuk bergerak bersama dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang benar-benar melindungi anak," tegasnya.
Sekda juga menilai pondok pesantren memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter, meningkatkan pengetahuan, sekaligus membangun kehidupan spiritual generasi muda. Karena itu, keberadaan pesantren ramah anak dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang luhur.
Ia menyebut Kabupaten Sinjai patut berbangga karena sejumlah pondok pesantren telah menjadi perintis dan piloting dalam implementasi pesantren ramah anak.
Salah satunya adalah Pondok Pesantren Al Markaz Al Islamy Sinjai yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan moral dan spiritual. Melalui berbagai program, termasuk Markaz Qur'ani, pesantren tersebut dinilai telah menunjukkan komitmen dalam membina generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Untuk itu, Andi Jefrianto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun komitmen dalam menghadirkan ruang aman bagi anak, baik di rumah, pesantren, lingkungan sekitar, maupun ruang digital.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap dugaan kekerasan terhadap anak melalui layanan yang tersedia, sehingga korban dapat segera memperoleh perlindungan dan pendampingan.
Kegiatan deklarasi tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sinjai H. Faried Wajedi, Kepala DP3AP2KB Andi Ariany Djalil, Plt. Kepala Dinas Sosial Andi Tenri Rawe, serta Pimpinan Pondok Pesantren Al Markaz Al Islamy Sinjai K.H. Fadhlullah Marzuki.
Selain deklarasi Gernas RANA, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Training Dai dan Imam se-Kabupaten Sinjai, sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas tokoh agama sekaligus memperluas peran mereka dalam membangun lingkungan masyarakat yang aman, ramah, dan memberikan perlindungan terbaik bagi anak.
Editor : INSTING JURNALIS
- SIMAK BERITA & ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
- BERLANGGANAN DI CHANNEL WHATSAPP

Komentar0