Pasalnya, ia terkena kabel listrik yang terjatuh di jalan saat ia melintas di Dusun Paroto, Desa Samaelo, Kecamatan Barebbo, Rabu (6/12/2017) siang. Akibatnya ia mengalami luka leher.
"Saat itu saya naik motor dari kota Bone mau menuju ke Kelurahan Tanete Kecamatan Cina, tiba-tiba ada kabel terjatuh dan melintang dihadapan saya sehingga menggeret leher saya sampai terluka dan saya terjatuh dari motor," ujar Ibrahim Dg Bora, Jumat (8/12/2017).
Luka yang diderita Dg Bora akibat geretan kabel listrik tersebut, perpaksa harus bersabar. Luka tersebut sedianya mendapatkan pertolongan medis.
Namun, karena tak punya biaya yang banyak sehingga ia tidak ke Rumah Sakit untuk berobat. Bahkan dirinya juga tak memiliki kartu BPJS. Ia hanya membeli obat seharga sekira Rp200 ribu.
Saat dirinya ke PLN Area Bone di Jl Jenderal Sudirman Watampone untuk meminta belas kasihan dari pihak PLN malah mendapatkan jawaban yang jauh dari harapannya.
Pihak PLN Area Bone melalui humasnya, Muh Said dengan tegas menyatakan tidak ada santunan dan biaya bagi masyarakat yang cedera akibat sarana PLN.
Bahkan Humas PLN Area Bone Muh Said mengatakan tidak mungkin kabel listrik itu jatuh karena ada penarik kabel yang tahan sehingga kabel itu tidak mungkin jatuh sendiri.
"Kalau di PLN belum ada ganti rugi terkait insiden yang mengakibatkan masyarakat cedera yang disebabkan oleh kabel yang jatuh tanpa ditau sebabnya. Kalau ada masyarakat yang cedera akibat sarana listrik mau diapa kah kita tidak pernah menginginkan hal demikian," tegas Muh Said.
Sementara itu, secara terpisah, Pudding (35) warga Desa Awo, Kecamatan Cina mengatakan bahwa kabel listrik yang melintang di atas jalan yang memisahkan Desa Samaelo Kecamatan Barebbo dengan Desa Awo Kecamatan Cina atau di Jl Poros Bone Sinjai tempat Ibrahim Dg Rewa terkena kabel, memang kabelnya terjatuh karena ada pengikatnya yang lepas.
"Memang kabelnya terjatuh karena ada pengikatnya yang lepas dan sudah diperbaiki oleh angggota H Bustang," ungkapnya.
(sul/instingjurnalis)
