INSTINGJURNALIS.com, SOPPENG - Seiring perkembangan suatu daerah dari tahun ke tahun khususnya di wilayah kabupaten Soppeng semakin hari menjadi perbincangan di kalangan masyarakat.
Hal ini menandakan perputaran ekonomi masyarakat bergerak di tunjang dengan penataan dalam kota semakin maju dan semakin indah di pancaran kedua klopak mata. Namun di balik kesemua itu tidak terlepas dari momongan masyarakat itu sendiri.
Sebut saja, pasar sentral Soppeng yang berada di wilayah kecamatan Lalabata menjadi pasar tradisional masyarakat yang semakin hari semakin ramai sehingga terkesan semrawut.
Pasar sentral Soppeng di ketahui di bangun di era 70 an, itu berbagai sorotan akibat luas lahan yang tidak mampu bertambah di sebabkan kepadatan penduduk semakin bertambah dan jumlah volume kendaraan ikut bertambah.
Kepala Dinas Perhubungan, A.Darliawan yang di konfirmasi terkait semrawutnya pasar sentral soppeng ketika hari pasar, mereka menyebut bahwa untuk sementara telah berupaya mencarikan solusinya karena lokasi pasar sentral soppeng memang sudah tidak memungkinkan.
"Pemerintah sementara mencari lahan untuk lokasi pasar yang ekslusif dengan terminal, kata A.Darliawan, Rabu (31/1/2018)
A.Darliawan menambahkan bahwa kronologis pasar sentral soppeng terlihat semrawut karena pasar merupakan tempat transaksi antara penjual dan pembeli.
"Lokasi pasar memang sudah tidak memungkinkan,kepadatan penduduk semakin bertambah dan volume kendaraan juga bertambah, sedangkan lokasi pasar tidak bisa bertambah," katanya.
"Kita bisa menyaksikan lokasi pasar sekarang, di sekelilingnya sudah banyak bangunan,tempat parkir dulu di dalam pasar, sekarang jadi pusat penjualan cakar,ini artinya daerah terlihat maju di tunjang penataan dalam kota bumi latemmamala semakin baik," tambah A.Darliawan. (Cinchonk)
