Realisasi Investasi Triwulan II Tahun 2019 Tembus Rp200 Triliun

30 July 2019 | 22:28 WIB

Bagikan:

Realisasi Investasi Triwulan II Tahun 2019 Tembus Rp200 Triliun

INSTINGJURNALIS.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyampaikan, bahwa realisasi investasi untuk periode triwulan II tahun 2019 yang mencapai Rp 200,5 triliun, meningkat sebesar 13,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018.

Total investasi tersebut, menyumbang 25,3% terhadap target tahun 2019, yaitu sebesar Rp 792 triliun.

“Capaian investasi periode ini berhasil menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 255.314 orang,” kata Kepala BKPM, Thomas Lembong, dalam konferensi pers di kantor BKPM, Jakarta, Selasa (30/7/2019) siang.

Menurut Kepala BKPM, selama triwulan II tahun 2019 realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 95,6 triliun (naik 18,6%) dan realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 104,9 triliun (naik 9,6%) dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018.

Semenara jumlag tenaga kerja yang terserap sebanyak 141.153 orang pada proyek PMDN, dan 114.161 orang pada proyek PMA. Jika dicermati angka realisasi triwulan II 2019, dibandingkan dengan realisasi triwulan I 2019 lalu, terlihat adanya kenaikan walau hanya tumbuh sekitar 2,8%.

“Ini mengindikasikan adanya peluang peningkatan realisasi investasi setelah semester I. Tentunya tidak lepas dari kondisi politik dalam negeri yang semakin stabil setelah penetapan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019 – 2024,” jelas Thomas.

Dengan realisasi investasi pada Triwulan II itu, maka menurut Kepala BKPM, realisasi investasi periode Semester I (Januari-Juni) tahun 2019 mencapai Rp 395,6 triliun.
Angka tersebut terdiri atas realisasi PMDN sebesar Rp 182,8 triliun (naik 16,4%) dan realisasi PMA sebesar Rp 212,8  triliun (naik 4,0%) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun total penyerapan tenanga kerja mencapai 490.715 tenaga kerja Indonesia yang terserap.

”Realisasi investasi periode Januari-Juni 2019 masih didominasi sektor infrastruktur seperti transportasi, telekomunikasi, pembangkit listrik dan konstruksi. Terlihat juga bahwa investasi infrastruktur yang membutuhkan anggaran besar dan sifatnya multi-years, tetap ada realisasinya dengan kondisi ekonomi global dan regional yang penuh tantangan dan ketidakpastian,” lanjut Thomas. (*)

Editor : Ardy


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI