Sinjai Optimis Kembali Raih Adipura

31 July 2019 | 12:20 WIB

Bagikan:
Sinjai Optimis Kembali Raih Adipura
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limba B3 dan Peningkatan Kapasitas DLHK Sinjai, Andi Mappanganro

INSTINGJURNALIS.com - Penghargaan adipura yang baru-baru ini diterima Kabupaten Sinjai menjadikan instrumen untuk mencapai target kebijakan dan strategi nasional mengurangi 30 persen dan menangani 70 persen sampah.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limba B3 dan Peningkatan Kapasitas DLHK Sinjai, Andi Mappanganro, Rabu (31/7/2019).

”Ini merupakan kebanggaan, dengan usaha keras kita semua sehingga dapat memperbaiki kualitas lingkungan hidup kita,” ujarnya.

Menurutnya, penganugerahan Adipura bisa terwujud bila kerjasama antara pemerintah dan masyarakat serta semua stakeholder terjalin dengan baik.
Indikator kondisi fisik lingkungan perkotaan dalam hal kebersihan dan keteduhan kota.

Sementara Indikator pengelolaan lingkungan perkotaan (non-fisik), yang meliputi institusi, manajemen, dan daya tanggap.

"Jadi harus fokus melibatkan masyarakat tentang peduli sampah dan memberikan ruang publik, karena ternyata sampah memiliki nilai ekonomis," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa pihaknya terus akan melakukan penataan untuk meraih adipura serta akan memperbaiki ruang terbuka hijau.

"Saat ini sudah ada di buat Bank Sampah di 20 titik, untuk itu kita harus optimis untuk mendapatkan kembali adipura," ungkap Andi Appa sapaan Andi Mappanganro.

Apalagi, setelah periode 2010 dizaman Andi Rudiyanto Asapa Sinjai meraih adipura dan tahun berjalan piala itu kembali diraih dibawah kepemimpinan Andi Seto Gadhista Asapa.

Andi Appa menjelaskan bahwa, pandangan dunia, soal mengkritisi sampah plastik maka itu pemerintah melakukan inovasi dalam plastik sekali pakai.

Salah satu contoh botol minuman. Kalau botol minuman bisa berkali kali, katanya, akan mengurangi efek lingkungan yang terpapar plastik.

Untuk itu diharapkan terus ada inovasi budaya hidup bersih di masyarakat. Dia mencotohkan jika sebuah daerah dengan warga banyak masuk rumah sakit, merupakan kegagalan kebersihan kota atau daerah.

Kalau kota baik dan bersih, katanya, Dia menilai, penegakan hukum perlu bersamaan demi perbaikan pengelolaan sampah di Indonesia.

(Redaksi)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI