Angka Kemiskinan di Bone Capai 92 Ribu, Pemerintah Diminta Lakukan Ini!

06 August 2019 | 01:15 WIB

Bagikan:
Indo Tuo, perempuan tunadaksa yang tinggal di Dusun Pattiongi, Desa Abumpungeng, Kecamatan Cina, Bone. Sumber foto:Detik.Com

INSTINGJURNALIS.Com--Pemerintah Kabuaten Kabupaten Bone masih mempunyai tanggungjawab besar dalam upaya pengentasan kemiskinan penduduk. Sebab angka kemiskinan masih terbilang tinggi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bone pada tahun 2017 terdapat 272.555 penduduk masuk garis kemiskinan. Jumlah tersebut mencapai 10,08 persen dari total penduduk Kabupaten Bone sebanyak 863.654 jiwa.

Di sisi lain, berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Sosial Kabupaten Bone, jumlah penduduk dengan kesejahteraan terendah yang ada di Kabupaten Bone pada tahun 2018 mencapai 92.184 dari total 754.894 penduduk atau mencapai 8,1 persen.

"Angka kemiskinan pada tahun 2018 mencapai 92.184, sementara untuk tahun 2019 belum diupdate dan yang masih digunakan angka pada tahun 2018," kata Irfan Judda, Kepala Seksi Pendamping dan Pemberdayaan Dinas Sosial Kabupaten Bone, Senin(05/08/2019).

Ia khawatir rendahnya tingkat kesejahteraan akan berdampak pada kualitas kesehatan masyarakat. Karena tanpa bantuan pemerintahan pusat maka jumlah kemiskinan akan terus meningkat, mulai dari bantuan rastra, hingga bibit pertanian.

"Tentunya ada upaya pengentasan kemiskinan perlu terus digulirkan, bukan hanya dari pemerintah pusat, tapi juga dari pemerintah daerah," ujar Irfan Judda.

Pengamat Ekonomi Kabupaten Bone, Andi Muh Zaidil, SE, mengatakan pendidikan merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi setiap orang. Bila seseorang tidak memenuhi kebutuhan pokoknya, tersebut tidak dapat dipenuhi oleh orang tersebut, dapat disimpulkan bahwa itu penyebab kemiskinan.

Dalam kontek ini penyebab kemiskinan adalah kebutuhan pokok yang merupakan pendidikan. Tingkat pendidikan yang rendah mengakibatkan seseorang cenderung kurang memiliki keterampilan, wawasan, dan pengetahuan yang memadai untuk kehidupannya.

"Sedangkan untuk dunia kerja maupun dunia usaha, pendidikan adalah modal untuk bersaing dalam mendapatkan kesejahteraan nantinya. Oleh karena itulah terjadi banyak pengangguran dan penyebab kemisikinan disebabkan oleh tingkat pendidikan yang rendah ini, makanya yang harus ada program untuk peningkatan kualitas SDM," lanjut Zaidil

Selain, perlunya peningkatan SDM tentunya harus berbarengan adalah keterbatasan lapangan pekerjaan.

"Kedua penyebab tersebut tentunya perlu ada program dari pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan," harap Zaidil.

(Muhammad Ram)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI