Soal Kasus Penggelapan Modus Mobil Rental, Polres Bone Jadwalkan Gelar Perkara

18 August 2019 | 21:48 WIB

Bagikan:
Kanit Ekonomi Satreskrim Polres Bone, Ipda Dodie Ramaputra saat memberikan arahan kepada personelnya beberapa waktu lalu.

INSTINGJURNALIS.Com--Kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang melibatkan terduga pelaku, Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Nurjanna warga BTN Segitiga Emas, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, saat ini dalam tahap pemeriksaan saksi.

Kanit Ekonomi Polres Bone, Ipda Dodie Ramaputra mengatakan, saat ini dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi.

"Saat ini dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi baik dari pelapor maupun juga si terlapor itu sendiri juga telah dilakukan pemeriksaan atau dimintai keterangan," kata Dodie Ramaputra.

Selain itu, menurut Dodie akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan adanya tindak pidana penggelapan dalam kasus tersebut.

"Setelah hasil penyelidikan, kami akan menjadwalkan gelar perkara, sehingga dari hasil gelar perkara itu kami dapat memperoleh petunjuk untuk melanjutkan kasus tersebut," lanjut Dodie.

Sebelumnya juga, Dodie Ramaputra mengatakan berdasarkan dari laporan awal korban, ada indikasi kemungkinan terlapor akan ditetapkan sebagai tersangka.

"Untuk laporan dari korban pastinya ada indikasi terlapor akan ditetapkan sebagai tersangka. Namun hal itu masih dalam proses," kata Dodie.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah pengusaha rental dan warga Kabupaten Bone ramai ramai mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT)  Polres Bone, pada Senin (8/07/2019) lalu.

Kedatangan sejumlah pengusaha rental mobil dan warga ini untuk melaporkan, Nurjanna, yang menggadaikan puluhan mobil bukan miliknya.

Modus yang dilakukan diduga pelaku, yakni, merental mobil para korbannya kemudian digadaikan senilai dua puluh lima juta rupiah per mobil ke masyarakat.

Selanjutnya, para korban memilih menempuh jalur hukum, lantaran diduga pelaku tidak ada itikad baik dari terlapor untuk mengembalikan uang gadai dan uang rental tersebut.

Dimana para korban saat ini diterima Polres Bone ada puluhan bahkan diduga juga melibatkan anggota Polri dan TNI yang. Dengan jumlah pulahan korbannya diduga pelaku tidak bekerja sendirian.

(Muhammad Ram)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI