Warga di Pattongko 'Sulap' Sampah Plastik Jadi BBM

29 August 2019 | 20:20 WIB

Bagikan:
Warga di Pattongko 'Sulap' Sampah Plastik Jadi BBM
Uji coba alat penyulingan sampah plastik jadi BBM

INSTINGJURNALIS.com - Kerap menjadi persoalan lantaran sampah plastik susah terurai, tapi bukan berarti persoalan tersebut tak ada solusinya.

Contohnya, di Desa Pattongko, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, sampah plastik diubah menjadi bahan bakar minyak (BBM) dengan menggunakan alat penyulingan.

Alat penyulingan sampah plastik yang kini dikelolah oleh BUMDes Pattongko itu, mampu menghasilkan beberapa bahan bakar seperti sejenis solar, minyak tanah dan bensin.

Muh. Asrul perakit alat mengungkapkan, hasilnya, dari 3 Kilogram bahan baku sampah plastik yang dimasukkan ke alat tersebut mampu menghasilkan
solar 1 liter, minyak tanah 1 botol, dan bensin 1/2 botol.

"Kalau jenis minyak tanahnya bisa digunakan untuk kompor, kalau solar bisa dipakai di mesin disel kemudian jenis bensin sudah bisa membunyikan motor 4 tak," ungkapnya saat ditemui di kantor Desa Pattongko, Kamis (29/8/2019) sore.

Untuk memproduksi BBM jenis solar, minyak tanah dan bensin, kata Asrul, butuh waktu sekitar satu setengah jam sekali penyulingan.

"Kalau mau bagus produksinya harus pelan-pelan dengan pembakaran api sedang," ujarnya.

Karya pria yang hanya mengeyam dunia pendidikan sampai kelas 3 SD itu pun dilirik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai. Alat itu
rencananya akan diikutkan dalam acara Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XXI Tahun 2019 di Provinsi Bengkulu pada September mendatang.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sinjai, Haeruddin yang menyaksikan langsung uji coba ini mengaku akan mendorong alat penyulingan sampah plastik masuk dalam bursa TTG tingkat Nasional pada 21-25 September 2019.

"Ini peluang besar untuk mengenalkan dan memasarkan hasil karya masyarakat Sinjai sehingga kedepan hasil produksi yang dihasilkan alat penyulingan lebih baik lagi," katanya.

Dalam waktu dekat pihaknya akan membawa alat tersebut ke Makassar untuk dikirim ke Bengkulu mengikuti TTG. Alat itu akan dipamerkan di boot atau stand Kabupaten Sinjai di acara tersebut. (*)

Editor : Ardy
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI