Kerusuhan Papua Mencekam, KKSB Duduki Ibu Kota, Bupati Minta Penambahan Pasukan

10/01/2019 | 11:51 WIB

Bagikan:
FOTO (dok. Sevianto Pakiding)
INSTINGJURNALIS.Com--Kondisi di wilayah Papua semakin mencekam. Terbaru, Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) berhasil memasuki Ilaga, Ibu Kota Kabupaten Puncak, Papua.

Dikutip dari SP.Com, Bupati Puncak Willem Wandik, meminta penambahan pasukan keamanan di daerahnya mengingat situasi keamanan semakin genting pasca KKSB masuk area kota dan membakar rumah warga.

"Mengingat ancaman OPM ini sudah masuk di kota, kami meminta bantuan backup pasukan kepada Kapolda dan Pangdam," kata Bupati Wandik dikutip dari SP.Com saat memantau situasi di Ilaga, Senin (30/09/2019).

Bupati Wandik membeberkan daerahnya dalam situasi genting dalam ancaman penembakan oleh KKSB yang juga telah masuk di perkotaan bahkan membakar sedikitnya 10 rumah penduduk.

"Seluruh masyarakat harus dilindungi, kantor-kantor pemerintahan harus dijaga dalam situasi seperti ini. OPM ini sudah masuk ke dalam kota dan membuat warga ketakutan, baik itu non Papua maupun asli Papua," katanya.

Dikutip dari SP.Com. Sevianto Pakiding (Jurnalis) yang memantau situasi di Ilaga melaporkan, aktivitas warga maupun kantor-kantor pemerintahan di wilayah itu lumpuh total. Warga yang ketakutan memilih berdiam diri dalam rumah dan tempat pengungsian sementara.

"Kami masih kesulitan menayangkan situasi Ilaga secara visual karena keterbatasan akses internet di Ilaga, untuk mengirim gambar maupun rekaman video dari lapangan," katanya.

Bupati Wandik menyebut beberapa kelompok bersenjata yang kemungkinan berada di pinggiran Kota Ilaga saat ini, yaitu pimpinan Lekagak Telenggen, Militer Murib, dan Penny Murib.

"Tadi (Senin) ada kontak senjata, ini juga baru saja bakar rumah warga. Mereka ada di sekitar sini (pinggiran kota). Karena itu kami minta pihak keamanan untuk waspada," katanya.

Sebelumnya, KKSB pimpinan Lekagak Telenggen mengklaim bertanggung jawab atas penembakan penjaga kios di ujung Bandara Aminggaru, Caharuddin (25), pada Sabtu (28/9). 

Kelompok ini juga diduga kuat yang menembak mati dua tukang ojek di sekitar jembatan gantung muara, kampung Amunggi, Distrik Ilaga, dua hari sebelumnya, Kamis (26/9).


Lekagak Telenggen telah mengirim pesan bahwa serangan terhadap tiga warga sipil yang mereka klaim sebagai mata-mata, dilakukannya sebagai balasan atas tiga anggota mereka yang ditembak oleh aparat keamanan. 

Berita ini telah terbit di Seputarpapua.

(Satria)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI