Kembangkan Pertanian, Bupati Barru Gandeng Unhas Kembangkan Agro Techno Park

1/09/2020 | 18:43 WIB

Bagikan:
Kembangkan Pertanian, Bupati Barru Gandeng Unhas Kembangkan Agro Techno Park

INSTINGJURNALIS.com - Terobosan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barru mengembangkan sekaligus memajukan sektor pertanian terus ditunjukkan. Salah satu program yang sedang difokuskan di bawah kepemimpinan Bupati Barru Suardi Saleh, yakni mendirikan Agro Techno Park (ATP).

ATP adalah pusat pengembangan dari hasil pertanian yang dikelola sebagai pertumbuhan enterpreneur dan pusat pelayanan teknologi. Selain itu, program ini akan memadukan tempat wisata yang berkonsep edukasi untuk masyarakat.

Sebagai bentuk keseriusan menerapkan terobosan ini, Pemkab Barru sudah menjalin kerjasama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar untuk penyusunan study kelayakan pengembangan ATP. Bahkan, hasilnya mulai diseminarkan di ruang kerja Bupati Barru, Kamis (09/01/2020).

Untuk hasil penyusunan study kelayakan, Tim Unhas yang dipimpin Prof Sikstus Gusli mengurai temuan dan kajian timnya di depan Bupati Barru Suardi Saleh, anggota DPRD, serta sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Barru.

Dalam pemaparannya, Sikstus Gusli menyebut jika Kabupaten Barru sangat potensial untuk mengembangkan Agro Techno Park. Alasannya, kabupaten berjuluk “Kota Hibridah” ini berada di wilayah pertanian dan pengembangan persapian.

“Potensi Barru dalam pengembangan ATP sangat besar. Apalagi konsep ATP ini fokus pada wilayah pertanian dan persapian. Dan memang butuh technologisasi dalam pengembangannya, sehingga mampu meningkatkan pendapatan ekonomi,” urainya.

[CUT]

Di samping itu, Tim Unhas yang terdiri dari sejumlah guru besar juga menyebut jika dua wilayah yang ingin dipusatkan dalam pengembangan ATP dinilai sudah memenuhi syarat.

Sementara itu, Bupati Barru Suardi Saleh mengapresiasi hasil studi kelayakan yang sudah dilakukan Tim Unhas. Menurutnya, konsep yang telah dipaparkan sangat baik. Di samping bisa meningkatkan pendapatan masyarakat Barru, juga akan mengembangkan sektor pertanian.

“Kalau ini diterapkan nantinya, maka dampaknya adalah meningkatkan pendapatan masyarakat, dan tentu pengembangan potensi produksi pertanian. Atas nama Pemerintah Kabupaten, kami menerima dengan senang hati,” tegas Suardi Saleh.

Berdasarkan pantauan di seminar yang berlangsung selama hampir tiga jam ini, ikut dihadiri sejumlah pimpinan OPD dan anggota DPRD. Diantaranya, Ketua Komisi B DPRD Barru, Pj Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pertanian, pimpinan SKPD, Camat Tanete Riaja, Kades Lompo Tengah dan Kades Lembang, serta sejumlah stakholder lainnya.

Sekedar diketahui, terdapat dua desa di Kabupaten Barru yang masuk dalam desain penerapan konsep ATP tersebut. Masing-masing Desa Lompo Tengah dan Desa Lempang yang semuanya berada di wilayah Kecamatan Tanete Riaja.

Sesuai rencana, kawasan ATP ini sekaligus  akan menjadi land mark Land baru untuk Kabupaten Barru, terutama dalam peningkatan sektor pertanian demi mendorong kesejahteraan rakyat. (rls/ar)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI