Cerita Nelayan yang Dua Hari Terombang-ambing di Perairan Bajoe

3/07/2020 | 00:40 WIB

Bagikan:

INSTINGJURNALIS.Com--Enam nelayan asal Kabupaten Bone terombang-ambing di lautan selama dua hari setelah mesin kapal mendadak rusak. Mereka pun melakukan beragam cara untuk memperbaiki mesin, hingga memantau nelayan yang melintas.

Kejadian itu berawal, saat Muh Saing (36) bersama kelima rekannya, yakni Mustari (60), Wiwin (27), Syamsuddin (40), Bakri (60) dan Made Ali (61) berangkat dari Pelabuhan Bajoe Rabu (04/03/2020) sekira pukul 10.00 menuju lokasi pencarian ikan yang jaraknya sekitar 3 jam perjalanan.

"Kejadiannya berawal saat kami berangkat pada hari Rabu bersama teman menuju ke lokasi mancing sekitar 3 jam lamanya. Setibanya di lokasi seperti biasa kita langsung mancing, setelah satu jam memancing, kami bergeser sekitar 1,2 mil dan setibanya kita lanjut mancing, setelah itu kita bergeser ke lokasi selanjutnya, sekitar 5 menit berjalan tiba-tiba mesin kapal mati," kata Muh. Saing.

Mereka lantas memperbaiki mesin namun tidak berhasil. Saat itu kepanikan mulai terjadi, angin kencang dan ombak tinggi terus datang ditambah tidak ada kapal terlihat melintas.

"Akhirnya kita bermalam di lokasi, angin kencang dan ombak tinggi membuat kami tambah takut," tambahnya.

Pagi Rabu sekitar pukul 10.00 tampak terlihat kapal yang datang dan membantu menderek kapal ke lokasi yang dangkal.

"Sempat kami minta diantar balik ke Bajoe, tapi dia bilang sebentar malam baru kami bisa antar, jadi dia bawa kami ke tempat yang dangkal," katanya lebih jauh.

Setelah dua hari dua malam terombang-ambing di lautan, para nelayan tersebut berhasil menemukan jaringan dan bersepakat untuk menghubungi Basarnas Bone.

"Tiba-tiba kami menemukan jaringan dan menelpon Basarnas. Sekitar jam 02.00 bantuan datang dan kami tiba Bajoe jam 06.00 pagi," jelasnya.

(Muhammad Irham)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI