Golkar Sulsel Bergejolak

5/29/2020 | 21:52 WIB

Bagikan:
Logo Golkar

INSTINGJURNALIS.com - Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) bergejolak menjelang musyawarah daerah (Musda). Sejumlah ketua DPD II Golkar di kabupaten/kota di Sulsel mengaku dicopot karena menolak memberi dukungan ke adik Ketua DPD I Golkar Sulsel Nurdin Halid, yakni Kadir Halid. Namun Nurdin menyatakan pernyataan itu bohong belaka.

Plt Ketua DPD Golkar Sinjai, Iskandar Zulkarnain Latif menyebut sikap Nurdin yang mencopot sejumlah ketua DPD II sebagai politik bumi hangus. Pria yang akrab disapa Icul ini pun turut dicopot dari jabatannya karena menolak mendukung Kadir Halid di Musda Golkar Sulsel.

"NH (Nurdin Halid) melakukan politik bumi hangus kepada beberapa Ketua Golkar Kabupaten disinyalir karena mereka menolak memberi dukungan tertulis kepada adiknya sebagai calon ketua Golkar Sulsel," ujar Icul kepada detikcom, Jumat (29/5/2020).

Salinan surat Keputusan Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Sulsel Nomor: KEP-008/DPD-I/PG/IV/2020 tentang Pemberhentian dan Penunjukan Pelaksana Tugas Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kabupaten Gowa beredar.

Dalam surat tersebut disebutkan, pergantian ketua DPD II Golkar sesuai memo dinas Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Daerah DPD I Golkar Sulsel tanggal 20 Maret 2020 tentang telaah pergantian Plt. Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sinjai, Luwu, Gowa, Takalar, dan Palopo.

Lebih lanjut Icul menyebut kelima Plt Ketua DPD II Golkar tersebut diganti karena menolak memberi dukungan tertulis kepada adik Nurdin Halid di Musda Golkar mendatang. Hal ini seperti yang dialaminya pada 12 Maret 2020 lalu.

"Yang saya alami pada tanggal 12 Maret 2020 bertempat di Coto Sunggu 2 Sungguminasa, secara tegas dan terbuka menolak langsung di depan Nurdin Halid untuk memberi dukungan tertulis kepada Kadir Halid, (adeknya) sebagai calon Ketua Golkar SulSel dan mengemukakan alasan penolakan saya secara gamblang, tidak sembunyi-2," ungkap Icul.

Icul mengatakan pergantian dirinya dan ketua DPD II Golkar lainnya harus diteliti, apakah sudah sesuai dengan aturan yang ada dan menggunakan parameter yang jelas. Terkait menolak memberi dukungan ke adik Nurdin, Icul mengaku pihaknya ingin mengembalikan kejayaan Golkar di Sulsel.

"Itulah sebabnya kami menolak jika suksesi Partai Golkar di Provinsi kali ini, dilakukan hanya sekedar untuk 'melempangkan' jalan NH saja sebagai Calon Gubernur lagi dengan menafikan beberapa figur yang potensial untuk memimpin Golkar Sulsel kali ini," tuturnya.

Nurdin Halid sudah dihubungi soal pernyataan Icul ini, dia menyatakan semua tuduhan itu bohong belaka. Dia menegaskan tak pernah mendorong adiknya maju.

"Bilang itu pernyataan bohong besar karena saya tidak pernah mendorong adik saya maju," ujar Nurdin.

Artikel ini telah dimuat detik.com


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI