Pemerintah Kecamatan Sinjai Barat Maksimalkan Edukasi Rapid Test

6/13/2020 | 18:39 WIB

Bagikan:
Pemerintah Kecamatan Sinjai Barat   Maksimalkan Edukasi Rapid Test

INSTINGJURNALIS.com - Pemerintah Kecamatan Sinjai Barat terus mengepankan upaya persuasif agar warga secara ikhlas dapat melakukan rapid test, terutama terhadap warga yang pernah melakukan kontak dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu dilakukan untuk menekan laju penularan Covid-19.

Camat Sinjai Barat, Andi Paris mengemukakan sejak virus corona ini mewabah, pihaknya bersama unsur Tripika, Kepala Puskesmas Manipi, Lurah, Kepala Desa Babinsa, Babinkantibmas dan tokoh masyarakat intens melakukan sosialisasi maupun mengedukasi masyarakat dalam upaya memutus matarantai penyebaran Covid-19.

Meski upaya persuasif gencar dilakukan, namun Andi Paris mengaku masih kerap menemukan warganya yang enggan untuk di rapit tes. Tetapi, hal itu tak membuatnya harus berhenti memberikan edukasi.

Karena semangat yang terpatri dalam melaksanakan tugas kemanusian itu bersama berbagai pihak pun terus membuahkan hasil yang baik. 'Pantang Pulang Sebelum Membuahkan Hasil'.

"Beberapa hari yang lalu, ada sejumlah warga di Lingkungan Kindang-kindang, Kelurahan Tassililu yang pernah kontak dengan pasien positif Covid-19 tidak mau diperiksa atau di rapit tes. Mereka menolak karena belum mengetahui bagaimana cara memutus matarantai penyebaran Covid-19," kata Andi Paris, Sabtu (13/6/2020).

Dikatakan Andi Paris, dari hasil edukasi mereka akhirnya bersedia untuk melakukan rapit tes.

"Alhamdulillah hasil pendekatan persuasif yang kami lakukan M
mereka akhirnya menerima dengan baik, sudan mau diperiksa dan mau diisolasi mandiri di rumah atau tempat yang telah disiapkan," ungkapnya.

Lebih lanjut Andi Paris mengungkapkan bahwa dari langkah persuasif yang ditempuh dari 58 orang yang pernah kontak dengan pasien positif, 35 diantaranya telah dilakukan pemeriksaan.

Bahkan dirinya yang turun langsung mengarahkan warga untuk melakukan pemeriksaan rapit tes dan specimen di Puskesmas Manipi.

"Dengan bantuan tim medis gugus tugas kabupaten pemeriksaan 35 orang warga berjalan lancar, diantaranya ada empat orang warga yang secara jujur mengaku pernah kontak dengan pasien," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan sambung Andi Paris ditemukan 1 orang yang reaktif, selanjutnya yang bersangkutan langsung diisolasi mandiri pada sebuah rumah yang ada di lingkungan Kindang-kindang, Kelurahan Tassililu. (*)

Editor : Satria
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI