Tak Malu Jadi Peternak, Gadis Cantik di Sinjai Ini Ternyata 'Koleksi' Sapi IB

8/02/2020 | 20:17 WIB

Bagikan:
Tak Malu Jadi Peternak, Gadis Cantik di Sinjai Ini Ternyata 'Koleksi' Sapi IB
Rizka Fauziah saat dilokasi panen pedet di Lapangan Sinjai Bersatu pada Kamis, (30/7/2020) lalu.

INSTINGJURNALIS.com - Ada kisah menarik, dibalik panen pedet (anak sapi) dan lelang sapi hasil Inseminasi Buatan (IB) di Lapangan Sinjai Bersatu, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai pada Kamis, (30/7/2020) lalu.

Pasalnya, event yang dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL), dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Hayat Gani, dimeriahkan oleh peternak sapi yang identik dengan kaum adam.

Tapi siapa sangka, di lokasi itu ada  peternak sapi cantik yang usianya masih cukup muda (Milineal).

Kesuksesan wanita yang bernama Rizka Fauziah dalam menjalankan bisnis ternak sapi miliknya, tentu jadi motivasi bagi setiap kalangan bahwa, berusaha di bidang peternakan sapi tak harus digeluti oleh kaum adam.

Meski masih terbilang muda, namun wanita asal Desa Kampala Kecamatan Sinjai Timur, yang mirip "Claudia Chintya Bella", tidak bisa dipandang remeh. Sebab, ia memelihara banyak sapi dari hasil sistem kawin suntik atau Inseminasi Buatan (IB).

Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan dan Keswan Sinjai drh. Mappamancu berujar, dibalik kemeriahan panen pedet dan lelang Inseminasi Buatan beberapa waktu lalu, ternyata ada sisi lain yang menarik.

Profesi yang digeluti wanita itu, Menurut, Mappamancu, tak bisa dipandang sebelah mata. Kegigihannya sukses menopang dua orang kakaknya melanjutkan pendidikan dibangku perkuliahan. Bahkan, satu orang kakaknya telah menyandang gelar S1.

"Untuk sementara dia (Rizka Fauziah) menunda kuliah setelah tamat SMA, dia memilih fokus memelihara sapi untuk membantu biaya kuliah kakaknya," ucap Mappamancu.

Masih kata Mappamancu, memang dari tiga orang bersaudara yang kesemunya adalah perempuan membantu ibunya beternak sapi. Pekerjaan itu harus digeluti, karena bapaknya telah meninggal dunia.

"Bapaknya sudah meninggal. Jadi tiga bersaudara perempuan semua membantu ibunya memelihara sapi, mendeteksi birahi sapi sampai menghubungi petugas Inseminator,"  kata Mappamancu.

Adapun, petugas Inseminator yang sering melayani adalah Andi Yudha, asal Kecamatan Sinjai Timur.

(Satria)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI