Bupati ASA Jawab Penantian Panjang Warga Pariae Nikmati Jalan Mulus

9/13/2020 | 21:10 WIB

Bagikan:
Bupati ASA Jawab Penantian Panjang Warga Pariae Nikmati Jalan Mulus
Tokoh masyarakat Lingkungan Pariae, Kelurahan Mannanti, Kecamatan Tellulimpoe, Marsuki.

 

INSTINGJURNALIS.com - Penantian masyarakat di Lingkungan Pariae, Kelurahan Mannanti, Kecamatan Telulimpoe, Kabupaten Sinjai akan akses jalan yang mulus akhirnya bisa terwujud. Pasalnya, jalan utama penghubung beberapa desa itu kini sudah mulus.


Meski panjangnya hanya 4,2 kilometer, namun warga sangat bersyukur jalan yang dulunya rusak parah itu bisa jauh lebih baik dari sebelumnya. Hal itu tak lepas dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sinjai dibawa "Komando" Andi Seto Asapa (ASA).


Salah seorang tokoh masyarakat, Marsuki, mengaku sangat merasakan dampak dari perbaikan jalan itu. Menurut Dia, aktivitas warga saat ini lebih lancar, apalagi untuk mengankut hasil perkebunan atau komoditi buah-buahan warga ke pasar-pasar dan ibu kota.


"Rasa syukur kami sampaikan karena akses jalan yang dikerjakan pada Bulan April lalu ini sangat membantu masyarakat karena potensi alam yang diangkut ke pasar sudah tidak menjadi kendala. 

Sudah dinikmati oleh masyarakat," ungkapnya saat ditemui, Minggu (13/9/2020).


Menurut Marsuki, jalan tersebut merupakan akses "nadi" dari beberapa desa dan Kabupaten, sudah puluhan tahun diusulkan untuk dilakukan perbaikan. Namun hal itu, tak pernah terealisasi.


"Sudah sangat lama pak (puluhan tahun) diusulkan, baru kali ini terlaksana di kepemimpinan pak Bupati Andi Seto," ujarnya.


Karena itu, Marsuki menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemerintah dalam hal ini Bupati Sinjai Andi Seto Asapa. Sebab, memiliki perhatian besar dalam melakukan pembangunan infrastruktur, meski kondisi saat ini tengah dilanda wabah Covid-19.


"Sekali lagi kami sampaikan rasa syukur atas perhatian Pak Bupati karena telah melihat kondisi masyarakat khusunya di Lingkungan Pariae. Sehingga akses untuk mengankut hasil komoditi buah-buahan lancar untuk tiba di ibu kota atau pasar," ucap Marsuki.


Ironisnya, sebelum dilakukan perbaikan masyarakat setempat menggunakan mobil traktor untuk mengankut hasil komiditi mereka.


"Sebelum adanya pengaspalan dan perbaikan jalanan  buah-buahan masyarakat disni itu diangkut keluar pakai traktor, sekarang alhamdulillah hasil produksi masyarakat sudah lancar," tambahnya.


(Satria)

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI