Pembangunan Mesjid Raya Mangkrak, Warga Galang Dana

9/17/2020 | 21:20 WIB

Bagikan:

INSTINGJURNALIS.Com--Warga Keluarahan Bukaka, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, tampaknya sudah mulai resah dengan kondisi pembangunan Masjid Raya Watampone.

Pasalnya, sejak 2015 atau sekitar 5 tahun  pasca pembongkaran, pembangunan bagian belakang Masjid Raya Watampone tidak kunjung dilanjutkan.

Warga Kelurahan Bukaka pun berinisiatif mengumpulkan sejuta koin untuk kelanjutan pembangunan masjid yang berada di Jl Mesjid, Kelurahan Bukaka Kecamatan Tanete Riattang ini.

Misalnya, disampaikan Mario warga setempat, bangunan masjid raya ini tidak pernah dilanjutkan sejak pembongkaran 2015 lalu. Ia pun memutuskan menggalang donasi.

"Kami menggalang dana dengan menggunakan media sosial, dan alhamdulillah sudah ada beberapa orang baik dari Bone maupun dari luar Bone," kata warga yang sehari-hari bekerja sebagai penambal bang.

Ditanya mengenai aksi mengumpulkan sejumlah uang dari masyarakat, ia mengaku, hal ini secara tidak langsung bentuk protes.

"Karena warga sekitar sudah cukup lama mendambakan masjid tersebut diperbaiki," jawabnya.

Diketahui sebelumnya, Ketua Yayasan Masjid Raya Watampone, Andi Surya Dharma yang ditemui disela kedatangan Wapres RI beberapa waktu lalu, mengatakan pembangunannya akan segera dilanjutkan, setelah anggaran dari Jusuf Kalla sudah dikucurkan.

"Tergantung dari pak Jusuf Kalla, karena pembangunannya saat ini sudah diambli alih, kita hanya sampai di pembangunan pondasi saja," kata Andi Surya Dharma, Minggu (06/10/2019) lalu.

Hanya saja menurutnya , dana pembangunan masjid tersebut akan dikurangi dari perencanaan sebelumnya diangka 20 miliar akan dikurangi menjadi 13 miliar dan tidak jelas dana bersumber dari mana.

"Perencanaan anggaran sebelumnya kan 20 miliar, karena ada perubahan maka akan dikurangi 7 miliar menjadi 13 miliar," kata mantan Sekda Bone itu.

Sekedar diketahui bahwa masyarakat Bukaka sudah mulai tidak percaya lagi dengan tata cara pengelolahan anggaran yang dikelolah oleh pihak yayasan, pembangunan awal mesjid raya Watampone ini diduga keras bermasalah.

Bahkan, mantan Sekda Bone sebagai ketua yayasan sudah pernah diperiksa pasca pembangunan pondasi mesjid raya tersebut, karena diduga keras ada penyimpangan dengan menghabiskan anggaran negara sebanya 1,8 milyar dengan hanya terlihat penggalian dan pembangunan pondasi.

(Ram)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI