Gunakan Sistem Jaringan Terputus, Bandar Narkoba di Bone Sulit Dilacak

2/05/2021 | 02:06 WIB

Bagikan:

Penulis : Musriandi

Editor : Muhammad Irham

Ist

INSTINGJURNALIS.Com--Di awal tahun 2021, jajaran Reserse Narkoba Polres Bone berhasil mengamankan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 7 gram sabu, yang beredar di Wilayah Hukum Polres Bone. 


Pengungkapan ini menjadi awal yang baik untuk terus memberantas jaringan peredaran barang haram itu. Namun lagi-lagi, sistem jaringan terputus digunakan oleh para bandar besar narkoba ini, agar mereka tidak tersentuh oleh hukum.


Para pelaku yang diamankan, rata-rata mereka mengaku hanya disuruh oleh seseorang untuk mengambil barang haram tersebut dan diantarkan ke suatu tempat. Dengan sistem berhubungan lewat telpon, para kurir dan pemakai berhasil mengambil narkoba tanpa mengetahui pemiliknya. 


Kapolres Bone, AKBP Try Handoko, mengatakan dalam pembrantas bandar narkoba di Bone selalu terkendala dikarena para pelaku mengguna sistem jaringan terputus.


"Dari hasil penangkapan ketiga pelaku ini, kami akan terus melakukan pengembangan untuk menangkap bandar besarnya. Namun selalu terkendala karena sistem yang mereka gunakan yakni jaringan terputus dalam artian semua yang terlibat tidak saling mengenal dan hanya berhubung menggunakan telpon," kata Try handako.


Senada disampaikan Kasat Narkoba Polres Bone, AKP Zaky memgatakan, motif para tersangka yang ditangkap ini rata-rata mengaku baru pertama kali melakukan pengambilan dan pengiriman narkoba.


"Mereka ini selalu sel (jaringan) terputus, ada sistem tempel, ada mengirim menggunakan paketan," kata Zaky dalam press release, Kamis (05/02/2021). 


Para kurir atau pengedar dan pemakai mengaku tidak mengetahui pemilik barang tersebut. 


"Mereka sistemnya sel terputus, mereka tidak tahu dari mana asalnya. Yang tertangkap ini juga kurir atau distributor di lapangan saja," kata perwira berpangkat tiga balok di pundak itu. 


Zaky kemudian menjelaskan masuknya sabu di Kabupaten Bone diduga berasal dari jaringan Malaysia dan Singapura melalui pelabuhan yang ada di Makassar dan Pare-pare. 


"Untuk jalur masuknya ada melalui pelabuhan Makassar dan Pare-pare, kemudian pecah-pecah untuk dijual ke beberapa daerah wilayah," jelasnya. 


Meski demikian, pihaknya terus berupaya untuk membongkar jaringan-jaringan narkoba yang ada di Kabupaten Bone serta memperketat pengawasan. 



Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI