Kisah Guru Honorer di Bone 16 Tahun Mengabdi Dipecat Gegara Posting Gaji di Medsos

2/13/2021 | 00:51 WIB

Bagikan:

Penulis: Muhammad Irham


INSTINGJURNALIS.Com--Sudah 16 tahun Hervina mengabdi di Desa Sadar, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Bone. Ia mengajar di SDN SDN 169 Desa Sadar sejak 2005 lalu. Sebuah daerah yang ditempuh sekitar dua jam Ibu Kota Watampone menggunakan jalur darat. 


Beberapa hari terakhir namanya viral di berbagai media. Bukan karena pengabdiannya sebagai guru honorer melainkan pemecatannya usai mengunggah gajinya di media sosial. 


Hervina memposting terkait gaji Rp 700 ribu yang diterim. Namun postingan itu membuat kepala sekolah murka dan memecatnya langsung tanpa diberi waktu mengklarifikasi maksudnya. 


"Pertamanya saya upload itu, saya dikasih dana bos selama 4 bulan Rp 700 ribu (gaji). Jadi saya bilang 'terima kasih banyak'. Itu suaminya kepala sekolahku yang kasih, kebetulan dia juga kepala sekolah SMP Satap sekalian guru kelas di SD," kata Hervina


Akibat postingannya itu, Hervina dipecat oleh pihak kepala sekolah melalui pesan singkat.


"Dia (kepala sekolah) kirim pesan WA, 'tabe, cari saja sekolah yang lain yang bisa gaji ki lebih banyak, mulai sekarang Istirahat saja mengajar'," ujar Hervina menirukan pesan singkat pemecatannya.


Hervina pun heran dengan sebab pemecatannya dari guru honorer. Dia juga tidak sempat diberi waktu untuk menjelaskan maksud posting-annya itu. Hervina menegaskan, posting-annya itu bermaksud berterima kasih.


"Saya tidak ada merasa mau menjelekkan. Malah saya terima kasih banyak. Itu hari karena saya terima (Rp 700 ribu) bisa saya pakai bayar utang Rp 500 ribu. Kan biasa itu ibu rumah tangga, ambil saja dulu (ngutang lalu nanti dibayar). Makanya saya terima kasih banyak karena itu hari langsung saya bayar utangku, itu saja Pak," jelasnya.


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI