5 Pimpinan Kecamatan Golkar Sinjai Tolak Pelaksanaan Musda

6/25/2021 | 20:12 WIB

Bagikan:
5 Pimpinan Kecamatan Golkar  Sinjai Tolak Pelaksanaan Musda


INSTINGJURNALIS.com - Sejumlah pengurus dan kader, memboikot kantor Golkar Sinjai. Mereka menilai Musyawarah Daerah Golkar Sinjai yang akan digelar pada hari Minggu, 27 Juni mendatang dinilai ilegal.


Sekretaris Pimpinan Tingkat Kecamatan Bulupoddo, Erni Martina Dottoro dalam orasinya menegaskan, Musda yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat penuh kejanggalan dan rekayasa yang dilakoni oleh Ketua DPD Golkar Sulsel, Taufan Pawe.


Golkar Sulsel ingin mendorong Andi Kartini Ottong sebagai Ketua Golkar Sinjai. Namun, pada proses penjaringan calon ketua yang dilakukan oleh Plt Ketua Golkar Sinjai, Andi Iskandar Zulkarnaen, Andi Kartini belum mendapat dukungan 30 persen untuk maju sebagai calon.


Sehingga, Golkar Sulsel memaksa Plt Ketua Golkar Sinjai untuk mengarahkan dukungan ke Andi Kartini yang merupakan Wakil Bupati Sinjai. Hanya saja, arahan itu tidak diindahkan dan menyerahkan sepenuhnya proses pemilihan ke pemilik suara.


"Karena tak mengikuti perintah Golkar Sulsel, Pak, Andi Iskandar Zulkarnaen dipecat, digantikan oleh Nasran Mone sebagai Plt Ketua Golkar Sinjai," jelasnya, Jumat, (25/6/2021).


Pergantian Plt Ketua Golkar Sinjai ini pun berpolemik. Apalagi, pendaftaran yang dilakukan sebelumnya juga dibatalkan. Lalu, membuka pendaftaran kembali. Dimana Andi Kartini Ottong merupakan satu-satunya pendaftar.


"Apa dasarnya pendaftaran pertama dibatalkan, padahal sudah sampai tahapan fit and propert tes di Golkar Sulsel, makanya kami anggap pendaftaran kedua ini cacat prosedur," ungkapnya.


Oleh karena itu, lima pimpinan kecamatan Golkar di Sinjai menolak pelaksanaan Musda Golkar. Termasuk menolak Andi Kartini Ottong sebagai Ketua Golkar Sinjai karena tidak memiliki sumbangsih terhadap partai berlambang pohon beringin itu.


"Kami akan boikot kantor Golkar sampai hari Minggu, kami akan aksi sampai hari Minggu, kami tolak pelaksanaan Golkar yang cacat prosedur dan penuh rekayasa," bebernya. (*)


Editor: Satria



Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI