Mengenal Andi Alimuddin, Sekwan Bone Yang Siap Pertaruhkan Jabatannya

6/24/2021 | 11:25 WIB

Bagikan:

Musriandi


INSTING JURNALIS.Com--Beberapa hari belakangan, nama Andi Alimuddin terus menjadi perbincangan hangat, setelah mempertaruhkan jabatannya jika Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) tidak dilaksanakan. 


"Saya mempertaruhkan jabatan, siap mengundurkan diri dari Sekwan jika RDPU tidak dilaksanakan," katanya saat menerima aspirasi dari organisasi PMII Cabang Bone di Kantor DPRD Bone beberapa hari lalu. 


Karena ucapannya itu, Puang Ali (sappaannya) menjadi perbincangan. 


Lahir di Barebbo Kabupaten Bone, 14 Oktober 1963. Setelah menamatkan pendidikannya tingkat atas, Puang Ali diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 1996 dan langsung menjabat sebagai Kabid Penetapan Dispenda Bone 1996-2006.


Pada tahun 2006 hingga tahun 2011 posisinya digeser menjadi Kabid Perencannan dan Pengendalian Operasional Dispenda Bone. 


"Sebenarnya saya tidak menyangka bisa lulus jadi ASN, waktu itu ada pengangkatan ASN dan salah satunya saya yang lulus," kata Andi Alimuddin menceritakan. 


Sebelum namanya mencuat karena pernyataannya, Andi Alimuddin dipercayakan menjadi Sekertaris Dispenda Bone pada tahun 2011 hingga 2020. Selama 24 tahun menjabat di Dinas Pendapatan Daerah itu, ia tahu betul bagaimana susahnya mengumpulkan pajak. 


Setelah menyelesaikan pengabdiannya di Dispenda ia kemudian diberikan jabatan sebagai Staf Ahli Bupati di Bidang Ekonomi dan Pembangunan tahun (2020-2021). Dan kemudian dilantik menjadi Sekertaris DPRD Bone sejak tahun 2021 hingga Sekarang.


Menempati posisi sebagai Sekertaris Dewan, bukanlah mudah selain harus menjalankan administrasi kesekertariatan juga mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD. 


Selama menduduki jabatan ini akan selalu bekerja sesuai regulasi dan selalu komunikasi dengan pimpinan DPRD.


"Selama disini selalu jaga komunikasi dengan DPRD dan pernah juga saya ditawari untuk dampingi Anggota DPRD keluar daerah. Namun saya tolak, karena selama 24 Tahun Di Dispenda saya tau susahnya mengumpulkan uang 1.000 dan 2.000 Rupiah dan tidak bisa menghamburkannya begitu saja." tambahnya. 


Alimuddin memang dikenal sebagai sosok sederhana. Ia selalu memegang prinsip hidup sederhana itu nikmat. 


"Sederhana itu nikmat, itu motto hidupnya saya, karena percuma punya banyak harta namun tidak bisa tidur nyenyak, bisa-bisa itu jadi penyakit. Tidak mau pusing, minimal kita harus memenuhi kebutuhan hidup hari ini karena besok belum tentu kita hidup," lanjut Alimuddin yang mengaku lahir dari orang yang tidak mampu.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI